Ketua KIP Subulussalam Diganti

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam yang semula dijabat Sahatta kini digantikan koleganya

Ketua KIP Subulussalam Diganti
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Suasana rapat pleno penetapan calon wali kota/wakil wali kota Subulussalam di Kantor KIP Subulussalam 

SUBULUSSALAM - Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam yang semula dijabat Sahatta kini digantikan koleganya Asmiadi. Perubahan struktur KIP periode 2018-2023 ini digelar dalam rapat pleno Kamis (10/1) pekan lalu, namun baru terungkap ke publik dua hari terakhir.

Komisioner KIP Subulussalam Arman Bako yang dikonfirmasi Serambi membenarkan adanya rapat pleno untuk mengganti ketua lembaga penyelenggara pemilu itu. Diakui pula hasil rapat menobatkan Asmiadi sebagai ketua KIP Subulussalam yang baru. Intinya, menurut Arman secara kelembagaan KIP Subulussalam sudah dipimpin Asmiadi.

Ditanya mengenai SK dari KPU Pusat, menurut Arman biasanya akan lama baru terbit. Pun demikian, keberadaan sang ketua baru telah sah. Arman mengaku jika mereka telah sepakat segala hal dijawab sang ketua. Ketika ditanyakan berbagai hal menyangkut alasan pergantian termasuk apakah ada masalah di internal mereka, Arman meminta agar mengonfirmasi ke Ketua KIP yang baru.

Namun, saat Serambi mencoba menghubungi Asmiadi selaku Ketua KIP terpilih tidak menjawab. Begitupun kala dihubungi via pesan WhatsApp hingga berita ini dibuat tidak membalas. Malah, sang ketua baru tersebut memblokir nomor kontak wartawan. Upaya konfirmasi terus dilakukan termasuk mencari nomor lain milik Asmiadi tapi lagi-lagi kala dihubungi tidak berkenan merespon.

Ternyata, tindakan memblokir nomor handphone juga dilakukan Asmiadi terhadap wartawan media lain yang mencoba mengkonfirmasi teka-teki pergantian ketua di KIP Subulussalam. Seperti disampaikan Kaya Alim Bako, wartawan media rakyat Aceh. Kaya Alim mengaku berkali-kali menelepon dan mengirimkan pesan kepada ketua KIP Subulussalam yang baru yakni Asmiadi namun tak direspon.”Malah nomor handphone saya diblokir, tidak siap juga jadi pejabat kalau begitu, aneh,” ungkap Kaya Alim.

Sementara di lapangan berbagai asumsi berkembang terkait pergantian Ketua KIP Subulussalam yang baru enam bulan menjabat sangat mengejutkan dan menimbulkan tanda tanya. Apalagi, proses pergantian ini langsung membuat para pejabat di KIP Subulussalam menutup diri dari wartawan yang hendak mengkonfirmasi. Isu lain berkembang jika pergantian Ketua KIP Subulussalam juga melibatkan pihak sekretariat. Lagi-lagi, Sekretaris KIP Subulussalam, Asmardin belum berhasil saat hendak dikonfirmasi.

Secara terpisah, mantan Ketua KIP Subulussalam Sahatta, yang dikonfirmasi Serambi menjawab singkat mengenai digantinya dirinya ketua. Dia hanya menjawab pergantian itu merupakan takdir meliputi langkah, rezeki, pertemuan, maut merupakan ketentuan Allah SWT.”Maaf ya, langkah, rezeki, pertemuan dan maut adalah ketentuan Allah SWT, dari-Nya dan kembali Padanya,” tulis Sahatta.

Serambi mencoba menanyai berbagai hal termasuk apakah ada unsur-unsur lain hingga dirinta dilengserkan dari jabatan ketua tidak dijawab. Pun demikian kala ditanyakan mengenai langkah lanjut atau tindakannya mengenai pergantian termasuk soal isu keterlibatan pihak sekretariat dalam pergantian tersebut.Sahatta hanya mengaku jika dia menerima dengan lapang dada dan yakin seyakin-yakinnya semua sudah merupakan ketentuan Allah SWT.”Inilah yang terbaik buat saya,” pungkas Sahatta. (lid)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved