Mesin Penjual Otomatis di Jepang Ini Menjual Serangga yang Bisa Dimakan

Produk-produk tersebut, yang dipesan dari Thailand, termasuk kepompong, kumbang selam dan kumbang badak Jepang.

Mesin Penjual Otomatis di Jepang Ini Menjual Serangga yang Bisa Dimakan
nextshark
Mesin otomatis penjual serangga 

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum

SERAMBINEWS.COM -  Pertama kali dipasang pada Oktober 2018, mesin di Kumamoto mulai menjual berbagai paket serangga yang bisa dimakan.

Menurut Livedoor News , Cricket Protein Bar adalah paket termurah seharga 700 yen setara Rp 91 ribu, sedangkan Jangkrik Asin adalah yang paling populer seharga 1.300 yen setara Rp 170 ribu.

 
Produk-produk tersebut, yang dipesan dari Thailand, termasuk kepompong, kumbang selam dan kumbang badak Jepang.

Baca: Kuota Pupuk Dikurangi, Mahasiswa Demo PT PIM

Tomoda Toshiyuki, 34, memasang mesin untuk mencari tahu apakah orang akan terbuka dengan gagasan untuk mengonsumsi serangga setelah merenungkan kemungkinan krisis pangan di masa depan.

Bisnis kecil itu melebihi harapannya ketika berhasil mengumpulkan keuntungan mencapai 500.000 yen setara Rp 65 juta hanya dalam satu bulan.

Baca: Kanada Siap Menerima 1 Juta Imigran Baru Sebelum 2021

Menariknya, Toshiyuki, pemilik toko spesialis balon, mengakui bahwa dia membenci serangga pada awalnya, bahkan membuat istrinya mengusir mereka ketika mereka memasuki toko mereka.

Namun dia belajar bahwa serangga memiliki rasa seperti makanan yang biasa dimakan, seperti jangkrik yang terasa seperti udang.

Baca: Polda Aceh Tangkap Napi Kasus Pembunuhan yang Kabur dari LP Banda Aceh, 70 Napi Masih Berkeliaran

"Serangga sepertinya selalu siap untuk bertarung, tetapi aku tipe yang damai," Toshiyuki mengatakan pada Asahi Shimbun . "Pertama kali adalah neraka bagi saya, tetapi rasa [jangkrik] secara mengejutkan mirip dengan udang."

"Yang terbaik adalah memakannya dengan sedikit mayones atau sedikit cabe merah. Namun kumbang selam dan kutu air raksasa dimaksudkan untuk konsumen yang lebih berani, ” tambahnya.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved