Pesan Wapres Jusuf Kalla, Jangan Membayangkan Sabang Seperti Dulu Lagi

Wapres mengatakan, Sabang bisa dijadikan sebagai tempat prosesing dan pelabuhan ikan internasional serta turisme.

Pesan Wapres Jusuf Kalla, Jangan Membayangkan Sabang Seperti Dulu Lagi
KOMPAS.com/MOH NADLIR
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla ketika memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Wakil Presiden RI, Jakarta, Selasa (22/5/2018). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan Sabang harus bisa dibangun dengan cara berbeda.

"Jangan membayangkan Sabang seperti dulu lagi, menjadi tempat persinggahan kapal untuk mengisi air," kata JK.

Hal itu disampaikan Wapres JK saat memberi sambutan pada Musyawarah Besar (Mubes) V Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah Jakarta, Sabtu (19/1/2019).

"Situasi sekarang sudah berbeda. Dulu berat kapal hanya 5.000 ton. Sekarang 50 ribu ton. Kapal sekarang canggih dan berteknologi tinggi. Punya fasilitas penjernihan air sendiri. Kru kapal juga hanya sedikit. Seluruh kebutuhan tersedia di kapal," kata Wapres JK.

Baca: Bea Cukai Sabang Musnahkan Barang Ilegal, Mulai dari Ribuan Batang Rokok Hingga Sex Toys

Baca: Jadi Buronan KPK, Polda Aceh Buru Mantan Panglima GAM Sabang Ayah Merin

Baca: VIDEO - Berhentikan Sayid Fadhil, Plt Gubernur Aceh Tunjuk Razuardi Ibrahim Jadi Plt Kepala BPKS

Wapres mengatakan, Sabang bisa dijadikan sebagai tempat prosesing dan pelabuhan ikan internasional serta turisme.

"Dua hal itu saya kira yang bisa dikembangkan di Sabang," kata Wapres.

Hadir pada acara itu Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah yang juga Ketua Dewan Kawasan Sabang, Rektor Unsyiah Prof Syamsul Rizal dan sejumlah tokoh Aceh.

Menurut Wapres, apabila Sabang dikembangkan sebagai pusat industri perikanan dan turisme, maka akan lebih ramai.(*)

Baca: Dua Kapal Pesiar Bersandar, Ribuan Turis Tumpah Ruah di Sabang

Baca: VIDEO - Wisata Edukasi di Taman Hutan Kota Langsa, Tempat Puluhan Spesies Hewan dan Ribuan Pepohonan

Baca: BI: Aceh Perlu Susun Paket Wisata

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved