93 Organisasi di Aceh Utara Tolak Pembukaan Kebun Sawit Baru

Aliansi Mahasiswa Peduli Air, Minggu (20/1/2019) menolak kegiatan pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit di daerah itu.

93 Organisasi di Aceh Utara Tolak Pembukaan Kebun Sawit Baru
Foto kiriman warga
Perwakilan 93 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Air, Minggu (20/1/2019) menolak kegiatan pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit di daerah itu. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Sebanyak 93 organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Air, Minggu (20/1/2019) menolak kegiatan pembukaan lahan baru untuk perkebunan sawit di daerah itu.

Penolakan ini disampaikan dalam konferensi pers, usai diskusi bertema ‘Menakar Ancaman Penanaman Sawit di Hulu Sungai’ yang berlangsung di Gedung ACC Unimal, Cunda, Lhokseumawe.

Dalam seminar yang menghadirkan pemateri dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh itu, terungkap bahwa pembukaan lahan kebun sawit baru di kabupaten ini, bertentangan dengan Instruksi Bupati Nomor 548/INSTR/2016 tentang moratorium perkebunan sawit.

Selain itu, pembukaan lahan baru di hulu sungai ini jelas berdampak buruk terhadap lingkungan, dimana kawasan hilir di Aceh Utara kini menjadi lebih sering dilanda banjir.

“Untuk itu perusahaan yang sedang membuka lahan baru di kawasan Sawang segera menghentikan aktivitasnya,” demikian pernyataan sikap yang disampaikan 93 organisasi tersebut.

Baca: Ini Dampak Banjir Aceh Utara yang Dilansir Badan Penanggulangan Bencana Aceh

Baca: Banjir Lhoksukon Makin Parah, Pengungsi Bertambah

Baca: Bagaimana Cara Tokyo Mampu Mengatasi Banjir? Ternyata Ini Jawabannya

“Instruksi Bupati Aceh Utara Nomor 548/INSTR/2016 tentang moratorium perkebunan sawit di Aceh Utara, mengisyaratkan tidak ada penambahan lahan sawit baru di kawasan ini. Namun, hiruk-pikuk politik menyebabkan pemangku kepentingan kecolongan,” ujar Koordinator Aliansi Mahasiswa Peduli Air, Maimun kepada Serambinews.com. 

Saat ini, katanya, sudah ada lahan sawit baru yang dalam tahap land clearing dan penanaman di kawasan Sawang, Aceh Utara.

Kondisi ini berdampak buruk kepada masyarakat sekitar sungai dan menciptakan banjir di sejumlah kecamatan pada akhir 2018. “Selain itu debit air Krueng Sawang juga berkurang drastis,” ungkapnya.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved