Kas Kosong Tanggung Jawab Bendahara

Tim Inspektorat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah merampungkan tugas pemeriksaan terhadap aliran

Kas Kosong Tanggung Jawab Bendahara
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ghazali Abbas Adan dari Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Aceh yang membidangi anggaran melakukan pertemuan dengan jajaran Inspektorat Aceh Singkil. 

* Serahkan Uang ke Keuchik tanpa Kwitansi
* Temuan Inspektorat Abdya

BLANGPIDIE - Tim Inspektorat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah merampungkan tugas pemeriksaan terhadap aliran kas Gampong Blang Makmur, Kecamatan Kuala Batee. Salah satu temuannya adalah, penyerahan uang bernilai ratusan juta dari bendahara gampong kepada keuchik tanpa kwitansi atau bukti tertulis sehingga tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Pemeriksaan aliran kas Gampong Blang Makmur merupakan perintah Wakil Bupati Abdya menyikapi adanya laporan pihak perangkat gampong setempat tentang ketekoran kas desa mencapai Rp 445,63 juta. Kekosongan kas mencuat pasca laporan hilangnya Muhammad Aris (48), Keuchik Blang Makmur ketika memancing di tanggul kolam labuh Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Susoh, 31 Desember 2018 lalu.

Inspektur Inspektorat Abdya, Drs H Said Jailani yang dihubungi Serambi, Minggu (20/1), mengakui, pihaknya telah melakukan pemeriksaan aliran kas Gampong Blang Makmur pada Senin lalu. Tim pemeriksa yang diketuai auditor senior Hendra SEAk telah mengambil data aliran dana Gampong Blang Makmur, termasuk meminta data penarikan anggaran pada rekening bank.

Dalam pemeriksaan, bendahara Gampong Blang Makmur mengaku bahwa sebagian anggaran desa tahap III tahun 2018 berjumlah Rp 300 juta lebih telah diserahkan kepada Keuchik Muhammad Aris. “Tapi, penyerahan uang dalam jumlah lumayan besar tersebut tak bisa dibuktikan secara tertulis. Bendahara mengaku dipaksa keuchik untuk menyerahkan uang tersebut,” ungkap Said Jailani.

Tim Inspektorat menemukan terjadi ketekoran kas Gampong Blang Makmur sekitar Rp 445 juta menjadi tanggung jawab bendahara. Sedangkan, anggaran desa yang masih tersisa pada rekening bank cuma Rp 60 juta dari total anggaran Gampong Blang Makmur tahun 2018 sebesar Rp 1,28 miliar. “Semua data temuan lapangan sudah kita laporkan kepada atasan,” tukas Said Jailani.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bendahara Gampong Blang Makmur, Rusli Yahya kepada Serambi, Kamis (17/1), mengaku, telah menyerahkan anggaran desa tahap III 2018 sejumlah Rp 307,9 juta kepada Keuchik Muhammad Aris. Uang sebanyak itu merupakan akumulasi dari tiga kali penarikan dalam rekening gampong di Bank Aceh Syariah Cabang Blangpidie.

Dia menyebutkan, total anggaran Desa Blang Makmur tahun 2018 sebesar Rp 1,28 miliar disalurkan dalam tiga tahap ke rekening gampong. Sedangkan, anggaran tahap III masuk ke rekening gampong pada 17 Desember 2018 sejumlah Rp 515,3 juta.

Dana tersebut kemudian ditarik tiga kali dengan cek penarikan diteken Keuchik Muhammad Aris dan Bendahara Rusli Yahya. Tanggal 18 Desember ditarik Rp 259,2 juta, 27 Desember ditarik 193 juta, dan 28 Desember ditarik 7 juta, sehingga total penarikan 459,3 juta. “Sebanyak Rp 307,9 juta di antaranya sudah saya serahkan kepada Keuchik Muhammad Aris, dalam tiga kali penyerahan,” jelas Rusli Yahya.

Menurut dia, penyerahan uang tersebut karena diminta Keuchik Muhammad Aris. Ada pun sisanya sekitar Rp 151,4 juta tetap dipegang dirinya. “Uang yang saya sisihkan sebanyak Rp 151,4 juta itu untuk membayar honor aparatur dan insentif lainnya,” papar Rusli Yahya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved