Tragedi Guru Tenggelam di Sungai Cunda, Anak Korban: Saya Sempat Lihat Bapak Lambaikan Tangan

Anak korban bernama Nurillah (16) yang ikut bersama korban saat itu, ternyata sempat melihat bapaknya melambaikan tangan untuk meminta tolong.

Tragedi Guru Tenggelam di Sungai Cunda, Anak Korban: Saya Sempat Lihat Bapak Lambaikan Tangan
Foto kiriman warga
Tim pencarian bersiap turun ke Sungai Cunda untuk melakukan pencarian bawah air terhadap yang tenggelam Minggu (20/1/2019). 

Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Seorang guru pelajaran Matematika di SMK Negeri 1 Lhokseumawe, Sidik Purnomo, dilaporkan tenggelam di Sungai Cunda Lhokseumawe, Minggu (20/1/2019) menjelang magrib, saat ia menjala ikan di aliran sungai tersebut.

Hingga malam ini, korban belum ditemukan dan proses pencarian terus dilakukan oleh warga dan tim SAR.

Informasi terbaru, anak korban bernama Nurillah (16) yang ikut bersama korban saat itu, ternyata sempat melihat bapaknya melambaikan tangan untuk meminta tolong.

Baca: BREAKING NEWS: Guru SMKN 1 Lhokseumawe Tenggelam di Sungai Cunda Saat Menjala Ikan

Kepada Serambinews.com, Nurillah bercerita, saat ayahnya hendak turun ke sungai untuk menjala ikan, dia berdiri di tepi sungai. Saat itu jam menunjukkan pukul 18.00 WIB, dan tanpa disadari air sungai pun mulai pasang.

Ayahnya pun turun ke sungai untuk menjala sambil berenang. Tidak ada yang janggal saat itu di mata Nurillah, karena kegiatan menjala ikan seperti ini juga sudah sering mereka lakukan setiap hari libur di lokasi yang sama.

Sekitar dua jam setelah turun ke sungai, tiba-tiba Nurillah melihat ayahnya melambaikan tangan di atas air. "Saya sempat melihat bapak melambai kedua tangannya di permukaan air. Tapi saya tidak menyangka kalau bapak tenggelam saat itu," ujarnya sambil menangis.

Baca: Hari Ini, Nasib Bangsamoro di Filipina Ditentukan Melalui Referendum

Baca: Sejarah Pendudukan AS dan Spanyol, Hingga Tergerusnya Populasi Muslim Moro (Bagian 2)

Nurillah sempat tidak percaya kalau bapaknya tenggelam. Karena dia menyangka kalau bapaknya saat itu sedang berenang.

Setelah sekian menit bapaknya tidak muncul ke permukaan, Nurillah pun melaporkan kejadian tersebut ke warga sekitar dan ke Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe.

Hingga Senin dini hari, upaya pencarian korban masih berlangsung dan belum terlihat tanda-tanda keberadaan korban.(*)

Penulis: Saiful Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved