4.400 Orang Mendaftar Jadi Relawan

Minat masyarakat Aceh untuk berpartisipasi sebagai relawan demokrasi (relasi) untuk membantu kerja-kerja

4.400 Orang Mendaftar Jadi Relawan
Akmal Abzal 

* Membantu Sosialisasi Tahapan Pemilu

BANDA ACEH - Minat masyarakat Aceh untuk berpartisipasi sebagai relawan demokrasi (relasi) untuk membantu kerja-kerja penyelenggara dalam menyosialisasi pemilu 2019 cukup tinggi. Hingga kemarin, total warga yang mendaftar sebagai relawan tersebut mencapai 4.400 orang di seluruh Komisi Independen Pemilihan (KIP) kabupaten/kota di Aceh.

“Sampai hari ini, data yang masuk ke KIP Aceh sebanyak 4.400 orang yang mendaftar. Itu jumlah keseluruhan yang mendaftar di 23 KIP kabupaten/kota di Aceh. Jumlah ini menunjukkan tingginya partisipasi publik untuk terlibat sebagai duta demokrasi di Aceh,” kata Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal, Senin (21/1).

Akmal mengatakan, dari 23 kabupaten/kota tersebut, Kabupaten Pidie tercatat paling banyak masyarakat mendaftar, mencapai 398 orang, disusul Abdya 380 orang, dan Aceh Barat sebanyak 263 orang. “Itu tiga besar pendaftar paling banyak di Aceh. Kalau yang paling sedikit mendaftar sebagaimana data yang kita terima adalah Aceh Besar dengan total pendaftar hanya 82 orang,” kata Akmal.

Akmal menambahkan, proses pendaftaran untuk relawan demokrasi ini sudah selesai di seluruh KIP di kabupaten/kota. Saat ini mulai masuk tahapan seleksi wawancara. Namun, ada juga KIP yang telah mengukuhkan relawan yang dinyatakan lolos. “Seperti yang kami ketahui, pagi tadi (kemarin), KIP Banda Aceh telah mengukuhkan 55 relawan yang telah direkrut,” kata Akmal.

Seperti diberitakan sebelumnya, masing-masing KIP di Aceh merekrut 55 relawan demokrasi. Para relawan tersebut nantinya akan membantu tugas-tugas penyelenggara dalam rangka menyosialisasi tahapan dan pelaksanaan pemilu 2019. “Mereka ini sudah mulai bekerja pada minggu keempat Januari. Mereka ak2an melakukan perannya sebagaimana bimbingan yang telah kita berikan,” kata Akmal.

KIP Aceh sendiri, mulai hari ini akan melakukan wawancara di empat kabupaten. yakni Aceh Selatan, Simeulue, Aceh Tenggara, dan Bener Meriah. Proses perekrutan di empat KIP ini harus dilakukan oleh KIP Aceh, karena saat ini sedang diambilalih oleh Komisioner KIP Aceh. “Mulai besok kita wawancara mereka di masing-masing KIP tersebut,” demikian Akmal Abzal.

Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Banda Aceh, Indra Milwady, mengukuhkan 55 Relawan Demokrasi pemilu 2019 di kantor KIP setempat, Senin (21/1). Prosesi pengukuhan ditandai dengan pembacaan ikrar oleh perwakilan relawan demokrasi dan penyerahan atribut secara simbolis oleh Ketua KIP Indra Milwady. Para relawan ini juga akan diberikan pembekalan mengenai kepemiluan pada Selasa (22/1).

Relawan tersebut berasal dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, pegiat komunitas, aktivis difabel, pemuka agama, hingga organisasi perempuan. Mereka terpilih setelah mengikuti seleksi yang dilakukan KIP Banda Aceh sejak Selasa (15/1).

Ketua KIP Banda Aceh Indra Milwady dalam sambutannya mengingatkan para relawan agar tetap netral selama tahapan pemilu 2019. “Tahapan pemilu sudah memasuki masa krusial. Seperti halnya penyelenggara pemilu, relawan demokrasi harus netral dan independen, wajib mematuhi kode etik, tidak memihak pada calon tertentu yang bertarung dalam pemilu, jika ketahuan melanggar akan diberhentikan,” tegas Indra.

Pada kesempatan yang sama Indra berharap 55 relawan yang telah dikukuhkan mampu bekerja sesuai tugas dan fungsi pokok mereka, sehingga mampu menekan angka golput di Kota Banda Aceh.

“Relawan demokrasi ini nantinya akan bekerja selama 3 bulan sejak dilantik. Nanti juga ada program yang akan disesuaikan dengan basis segmentasinya, sehingga kita berharap upaya sosialisasi ini efektif dalam menjaring partisipasi pemilih di Kota Banda Aceh,” kata Indra.(dan/mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved