Nelayan Temukan Mayat Laki-laki di Perairan Samalanga, Kondisinya Sulit Dikenali
Para nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Samalanga, Bireuen menemukan satu mayat berjenis kelamin laki-laki terapung di perairan Samalanga.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Yusmadi
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Sejumlah nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Samalanga, Bireuen menemukan satu mayat berjenis kemalin laki-laki terapung di perairan Samalanga berjarak sekitar 25 mil atau 45 KM dari bibir pantai.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, Sabtu (09/02/2019).
Nakhoda boat KM Sepakat dan taukenya kemudian memberitahukan temuan itu ke Satuan Polisi Air yang bermarkas di PPI Peudada, Bireuen.
Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK MSi melalui Kasat Polairud Peudada Iptu Eka Jumadi kepada Serambinews.com, Sabtu (09/02/2019) malam mengatakan, para nelayan yang sedang mencari ikan di perairan Samalanga melihat ada mayat terapung.
Baca: Warga Temukan Mayat di Sungai Kuala Tripe, Diduga Jatuh dari Jembatan Gantung
Baca: Heboh Penemuan Mayat di Rumah Kontrakan Lambaro Skep, Ini Dugaan Meninggalnya
Baca: Mayat tanpa Identitas Hanyut di Aliran Krueng Aceh, Dilihat Oleh Para Santri, Sudah Dibawa ke RSUZA
Kemudian menghubungi Pol Airud Peudada untuk menjemput.
Setelah berkoordinasi dengan nelayan dan pemilik boat KM Sepakat, karena lokasinya dan mereka lebih dekat akhirnya mereka membawa pulang mayat tersebut ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Peudada.
“Sekitar pukul 16.30 WIB, mayat jenis kelamin laki-laki, masih mengenakan pakaian dan sudah sulit dikenali itu tiba di Samalanga,” ujar Kasat Polairud, Iptu Eka Jumadi.
Setiba di sana langsung disambut tim Basarnas, anggota Koramil dan Polsek Samalanga bersama tim lainnya serta masyarakat membawa mayat tersebut ke Puskesmas Samalanga dan dilanjutkan ke IGD RSUD Bireuen untuk divisum.
Kondisi mayat sudah sulit dikenali, baik perkiraan umur, warna kulit maupun lainnya diperkirakan sudah satu minggu meninggal dunia dan saat ini berada di kamar mayat RSUD dr Fauziah Bireuen. (*)