Gunakan Ular Saat Interogasi Maling, Oknum Polisi Diberi Sanksi

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan tubuh seorang pria berkaos merah dililit seekor ular

Gunakan Ular Saat Interogasi Maling, Oknum Polisi Diberi Sanksi
Screenshot Video Via Tribun Medan
Jambret Histeris Ular Dimasukkan ke Celana, Polisi yang Melakukan Interogasi Tertawa, Ini Videonya. Kolase foto interogasi polisi menggunakan ular 

SERAMBINEWS.COM - Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin akan memberi sanksi kepada Bripda TMP, anggota Polres Jayawijaya karena melibatkan ular dalam interogasi pelaku penjambretan di Wamena, Jayawijaya, Papua.

"Oknum polisi tersebut kita berikan sanksi sesuai kode etik kepolisian," kata Sormin kepada wartawan di Jayapura, Papua, Senin (11/2/2019).

Sormin mengatakan, dari hasil pemeriksaan Bidang Propam Polda Papua, Bripda TMP terbukti melanggar kode etik dan tidak profesional dalam melaksanakan tugas.

Baca: Liga Champions - 2 Pemain Manchester United yang Paling Ditakuti Pelatih PSG

Sormin mengatakan, interogasi menggunakan ular merupakan kekerasan psikis, sehingga tidak dapat ditolerir.

Propam Polda Papua juga akan menelusuri penyebar video tersebut.

"Termasuk penyebar video itu kami telusuri," ujar Sormin.

Beredar video di media sosial yang memperlihatkan tubuh seorang pria berkaos merah dililit seekor ular.

Baca: Daftar Tim Peserta Piala Presiden 2019, Ini Jadwalnya

Pria itu tampak berteriak ketakutan karena ular sepanjang lebih dari satu meter itu melilit tubuh dan lehernya.

Dalam video itu tampak juga seorang pria mengenakan jaket hitam terlihat menakuti pria berkaos merah dengan memberikan kepala luar tersebut.

Terdengar suara pria lainnya yang berada di ruangan itu menanyakan seberapa sering pria berkaos merah itu mencuri.

Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol Jannus P Siregar mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat sejumlah petugas mengamankan seorang penjambret ponsel di Wamena, Senin (4/2/2019).

Baca: Logam Berwarna Emas Bergambar Soekarno Ditemukan Saat Gali Fondasi Rumah

Jannus mengatakan, saat diinterogasi pelaku tidak mengakui perbuatannya.

Seorang oknum polisi kemudian berinisiatif melilitkan ular di tubuh pelaku agar pelaku mengakui perbuatannya.

"Langkah yang dilakukan anggota ialah berupaya meyakinkan dan memberi tahu bahwa benar pelakunya. Namun, karena tidak ada pengakuan, timbul inisiatif menggunakan ular dengan maksud dan tujuan yaitu mengetahui kejujuran masyarakat tersebut dan efektif hingga pelaku mengakui perbuatannya," kata Jannus.(*)

Baca: Aksi Seorang Nelayan yang Hendak Bunuh Diri Dengan Cara Meloncat dari Tower Berhasil Digagalkan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Polda Papua Beri Sanksi Oknum Polisi yang Interogasi Maling Menggunakan Ular

Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved