Derita Qabila Maila, Bocah yang Menderita Lumpuh Layu Butuh Uluran Tangan

Dalam kondisi itu ibunya, terus berjuang mengurusi Qabila yang tak bisa berjalan. Sedangkan Ayahnya sudah dua tahun tidak lagi pulang dan memberikan.

Derita Qabila Maila, Bocah yang Menderita Lumpuh Layu Butuh Uluran Tangan
SERAMBINEWS.COM/ FOTO KIRIMAN WARGA
Qabila Maila (4) dipangkuan ibunya di rumahnya Gampong Meunasah Balee, Kecamatan Sakti, Pidie, Minggu (17/2/2019). 

Laporan Nur Nihayati I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Qabila Maila (4) warga Meunasah Balee, Kecamatan Sakti, Pidie hanya bisa tergeletak.

Ia tidak bisa beraktifitas seperti halnya anak seusianya.

Kondisinya lemah karena sakit lumpuh layu. Saat lahir kondisinya normal. Menangis terus menerus setelah usia 3,5 bulan ia mengalami
Celebrar Palsy (lumpuh otak).

Kini di usianya 4 tahun matanya terbuka tapi tidak bisa melihat. Kakinya kaku sehingga tidak bisa berjalan. Padahal pada awalnya bocah berkulit putih ini terlahir normal raut wajahnya juga cantik, hidung mancung dan kulit putih bersih.

Putri dari pasangan Nuraini (32) dan Marwan ini pernah berobat di rumah sakit. Bahkan sampai ke RSUZA di Banda Aceh.

Baca: Kronologi Kematian Pebalap M Zaki, Dipicu Serempetan dan Ditikam Debt Collector di Depan Temannya

Baca: Live Streaming Debat Pilpres Kedua Jokowi dan Prabowo, Tayang di TV Pukul 20.00 WIB Malam Ini

Baca: Live Streaming Debat Pilpres Kedua Jokowi dan Prabowo, Tayang di TV Pukul 20.00 WIB Malam Ini

Namun karena kondisi ekonomi terbatas membuat kondisi Qabila tidak dapat meneruskan berobat.

Dalam kondisi itu ibunya, terus berjuang mengurusi Qabila yang tak bisa berjalan. Sedangkan Ayahnya sudah dua tahun tidak lagi pulang dan memberikan nafkah.

"Kami tidak mampu berobat karena ketiadaan ongkos untuk membawa Qabila," kisah Nuraini dengan nada sedih.

Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Effendi MKes dihubungi Serambi terpisah, Minggu (17/2/2019) mengatakan, pihaknya sudah pernah menangani pasien ini hingga sampai ke RSUZA.

"Kami akan membantu merujuk lagi, untuk mendapatkan perawat medis maksimal," ujarnya.(*)

Penulis: Nur Nihayati
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved