Jalan Amblas di Peudawa

Badan jalan di tanjakan menuju jembatan penghubung Gampong Keude dengan Gampong Kuta Baro, Kecamatan Peudawa

Jalan Amblas di Peudawa
SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS
Abodmen dan bagian bawah jembatan di Desa Blang Bati, Peudada Bireuen yang digerus saat banjir pertengahan Desember lalu masih bolong atau belum diperbaiki, masyarakat mengharapkan segera diperbaiki sebelum lantai jembatan ambruk. 

* Baru Selesai Dibangun 1,5 Bulan

IDI – Badan jalan di tanjakan menuju jembatan penghubung Gampong Keude dengan Gampong Kuta Baro, Kecamatan Peudawa, Aceh Timur amblas digerus longsor seusai kawasan itu diguyur hujan deras. Pembangunan jalan telah rampung dilaksanakan sekitar 1,5 bulan lalu dengan anggaran sekitar Rp 4,8 miliar.

Keuchik Gampong Kuta Baro Zainal Abidin (42) didampingi Ketua LSM KANa Muzakir, Sabtu (16/2) menjelaskan jalan amblas pada Kamis (14/2) lalu, selain talut di sisi jalan sudah mulai retak. “Pembangunan jalan kurang berkualitas, akibat pekerjaan diburu dengan target harus rampung akhir Desember 2018,” ujarnya saat melihat kondisi jalan, kemarin.

Menurut Ketua Forum Keuchik Kecamatan Peudawa ini, badan jalan amblas dan talut yang mulai retak itu, karena digerus hujan deras. Tetapi, dia tetap menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah meluncurkan anggaran Rp 4,8 miliar untuk pembnagunan jembatan dengan panjang 25x5 meter, beserta talut sisi kiri kanan tanjakan jembatan.

Dikatakan, jalan itu menuju MTsN, ditambah 2 box culvert dan pengaspalan jalan sepanjang 1.100 meter. “Ini sangat luar biasa, karena sudah sangat lama diharapkan oleh masyarakat,” jelas Zainal, seraya berharap agar rekanan segera memperbaiki jalan yang amblas, satu-satunya akses warga ke ibukota dan juga anak-anak ke sekolah.

“Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan kerusakan semakin parah dan kami juga mempertanyakan jembatan sangat tinggi dibangun dari dasar jalan, dan sangat dekat dengan jalan nasional,” ujar Zainal. Dia menyebutkan, tinggi jembatan itu dari dasar jalan sekitar 2 meter.

Untuk diketahui pembangunan jembatan Gampong Kuede-Kuta Baro, di Kecamatan Peudawa, rampung dikerjakan 31 Desember 2018, dengan anggaran Rp 4.805.398.000 bersumber dari Otsus Aceh.

Sementara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan jembatan, Zainuddin mengatakan akan segera memperbaiki, “Tim akan mulai memeriksa penyebab kerusakan, dan merumuskan penanganannya pada Senin mendatang,” jelas Zainuddin.

Zainuddin menyatakan dalam setiap pembangunan jembatan, timbunan plat injak akan turun, akibat konsolidasi tanah yang harus dipadatkan dan didiamkan selama tiga bulan. “Karena itu akan segera kita perbaiki, apalagi masih ada pemeliharaan selama satu tahun,” ujarnya.

Terkait ketinggian jembatan dari dasar jalan, Zainuddin mengatakan harus ditinggikan dari permukaan jembatan sebelumnya, karena di lokasi itu rawan banjir. Disebutkan, di lokasi itu rawan banjir, sehingga jembatan harus ditinggikan dari badan jalan.

Dia menjelaskan jalan nasional tetap dalam perawatan setiap tahun dan ketinggian jalana ditingkatkan karena diperkirakan jembatan ini usianya b bisa sampai 5 tahun. “Dengan begitu, selama 25 tahun itu, jalan nasional akan ditingkatkan sekitar 6 kali, atau bertambah ketinggiannya sekitar 36 cm setiap tahun,” ujar Zainuddin.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved