Puluhan Honorer K2 Abdya Gagal Mendaftar Seleksi P3K, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Pendaftaran

Sementara itu puluhan tenaga guru honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan gagal mendaftar sebagai peserta seleksi.

Puluhan Honorer K2 Abdya Gagal Mendaftar Seleksi P3K, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Pendaftaran
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Para tenaga guru honorer kategori dua (K2) sedang mengikuti verifikasi berkas persyaratan. 

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Pendaftaran penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Tahap I Tahun 2019 sudah ditutup pada 17 Februari lalu.

Sementara itu puluhan tenaga guru honorer kategori dua (K2) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dilaporkan gagal mendaftar sebagai peserta seleksi.

Keterangan dikumpulkan Serambinews.com, Rabu (20/1/2019) tenaga guru honorer K2 yang aktif di Abdya sekitar 205 orang.

Baca: Kemenristekdikti Setujui 254 Mahasiswa Unsam Langsa Masuk Bidikmisi On Going 2019

Baca: Ini Tanggapan Kadistanbun Aceh Terkait Permintaan Data Profil HGU Perusahaan Sawit di Aceh

Baca: Sebut Jokowi Kena Karma Lingkungan di ILC, Rizal Ramli: Siapa Raja Hoaks Pendamping Ratna Sarumpaet?

Dari jumlah tersebut, mereka yang berhasil mendaftar secara online melalui website http://ssp3k daftar.bkn.go.id/akun sampai ditutup pendaftaran, Minggu (17/2/2019) pukul 24.00 WIB lalu, berjumlah 127 orang.

Itu berarti tenaga guru honorer K2 yang gagal atau tidak berhasil mendaftar sekitar 78 orang.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Abdya drh Cut Hasnah Nur melalui Kabid Pengembangan dan Sumber Daya Manusia, Rahmad Sumedi SE dihubungi Serambinews.com, Rabu (20/2/2019), membenarkan masih ada sekitar 50 orang tenaga guru honorer K2 tidak berhasil mendaftar sebagai peserta seleksi penerimaan P3K sampai berakhir jadwal pendaftaran, Minggu (17/2) lalu pukul 00.00 WIB.

Sedangkan usulan jadwal pendaftaran diperpanjang atau dibuka kembali belum ada kepastian dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI.

Sebelumnya, sejumlah tenaga guru honorer K2 seperti disuarakan Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Abdya, Rusli meminta pemerintah (Kemenpan RB atau BKN) untuk memperpanjang jadwal pendaftaran P3K dari tenaga guru honorer K2.

Sebab, masih banyak tenaga honorer K2 yang belum berhasil mendaftar sampai jadwal pendaftaran ditutup, meskipun akun dan nomor register pendaftaran sudah bergasil diperoleh.

Penyebab masih banyak yang belum berhasil mendaftar, dikarenakan terjadi gangguan jaringan internet atau sangat lamban dan sering terjadi padam listrik.

“Kami minta pertimbangan pemerintah untuk membuka kembali atau memperpanjang jadwal pendaftaran,” kata Rusli.

Menaggapi hal itu, Kepala BKPSDM Abdya, Cut Hasnah Nur dihubungi Serambinews.com menjelaskan, pihaknya sudah menghadap Kabid Pengadaan SDM pada Kemenpan RB, Widaryati Hestiarsih di di Jakarta Selasa (19/2/2019).

“Banyak pejabat dari daerah berkumpul di situ (di Kemenpan RB). Masalah yang disampaikan sama, minta jadwal perdaftaran dibuka kembali atau diperpanjang. Alasannya, aplikasi pendaftaran baru bisa dibuka pada 17 Februari, kemudian malamnya (pukul 00.0 WIB) sudah ditutup. Jadi, pendaftaran hanya dapat dilakukan satu hari,” kata Cut Hasnah Nur.

Atas permintaan dari banyak daerah untuk membuka kembali jadwan pendaftaran P3K, menurut Kepala BKPSDM Abdya, pejabat di Kemenpan RB, dalam hal ini, Kabid Pengadaan SDM, Widaryati Hestiarsih berjanji segera meneruskan permintaan tersebut kepada pimpinan untuk mendapat pertimbangan.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved