Unik, Upacara Tongkat Pora Warnai Pernikahan Anggota Pramuka di Subulussalam

Upacara pernikahan yang dirayakan dengan upacara kepramukaan dan tongkat pora mungkin baru kali ini terjadi di Aceh.

Unik, Upacara Tongkat Pora Warnai Pernikahan Anggota Pramuka di Subulussalam
Serambinews.com
Kedua mempelai yakni Ujang Satria alias Ogek Satria dan Sarmiani alias Kak Isar menjalani upacara Tongkat Pora saat pesta pernikahannya, Selasa (19/3/2019). 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM – Upacara pernikahan ala pedang pora yang menjadi ciri khas dan kebanggaan militer atau  Purna Praja Dharma Astha Brata bagi alumni STPDN mungkin sudah lumrah terjadi.

Namun, upacara pernikahan yang dirayakan dengan upacara kepramukaan dan tongkat pora mungkin baru kali ini terjadi di Aceh.

Pemandangan ini tampak pada upacara pernikahan Ujang Satria alias Ogek Satria dan Sarmiani alias Kak Isar, Selasa (19/3/2019) yang berlokasi di Jalan Teuku Umar Subulusalam Utara.

Prosesi pesta pernikahan Sang Pembina itu pun menyedot  perhatian masyarakat dan tamu undangan yang hadir.

Baca: Aceh Tampilkan Monumen Radio Rimba Raya pada Pramuka Santri di Jambi

Baca: GeRAK Kirim Audit Kemenag Aceh Ke KPK, Diduga Terkait Dengan Kasus Jual Beli Jabatan Kemenag RI

Baca: Dijual Rp 2,4 Juta, Nokia 3.1 Plus Resmi Masuk Pasar Indonesia, Apa Saja Fitur yang Dimilikinya

Resepsi pernikahan ala pramuka ini digelar pukul 16.00 WIB tepatnya setelah acara umum selesai.

Puluhan anggota Pramuka berbaris di kiri kanan jalan sembari memegang tongkat untuk menyambut kedatangan mempelai.

Upacara tongkat pora itu pun diwarnai pengalungan bunga hingga pengawalan untuk mengantar kedua mempelai ke perlaminan. Disaksikan Wakil Wali Kota Subulussalam yang merupakan Ketua Kwarcab Pramuka Subulussalam.

Sekretaris Kwarcab Pramuka Subulussalam, M Nasir kepada Serambinews.com mengatakan prosesi pernikahan itu bernama tongkat pora dengan melibatkan puluhan anggota Pramuka Subulussalam.

Pembawa acara yang memandu kegiatan upacara mengatakan, acara tongkat pora merupakan tradisi Pramuka sejak lama. Prosesi di mana pasangan pengantin anggota Pramuka tersebut harus melewati pagar tongkat.

“Hal itu mengandung makna bahwa keduanya harus tetap bersatu menghadapi rintangan apapun selama menjadi suami istri," imbuhnya.

Prosesi pernikahan ala Pramuka ini cukup menyita perhatian masyarakat umum. Sementara, sebagian besar undangan yang hadir memang anggota Pramuka aktif seperti Karimi, Asfin, Mawardi, Indra Nasution dan lainnya, yang dikenal sebagai pemnbina Pramuka di Subulussalam.(*)

Penulis: Khalidin
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved