Oknum PNS Pemko Banda Aceh Dibekuk

Polisi membekuk seorang oknum PNS dari Kesbangpolinmas Banda Aceh karena melakukan tindak penipuan

Oknum PNS Pemko Banda Aceh Dibekuk
KETUA Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin bersama dua orang warga yang diduga korban penipuan SK Pegawai Negeri Sipil berbicara dalam konferensi pers di Kantor YARA 

* Tipu Honorer Bisa Jadi PNS

BANDA ACEH - Polisi membekuk seorang oknum PNS dari Kesbangpolinmas Banda Aceh karena melakukan tindak penipuan menjanjikan bisa meluluskan tenaga kontrak menjadi PNS dengan menyetor sejumlah uang.

Oknum PNS berinisial IY tersebut ditangkap oleh Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Aceh pada 5 Maret 2019 dan mulai ditahan sehari kemudian di Mapolda Aceh.

“Tersangka berinisial IY, 36 tahun, PNS di Kesbangpolinmas Banda Aceh, alamat Ulee Kareng, Banda Aceh,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sarjito saat dikonfirmasi Serambi, Selasa (19/3).

Kombes Agus menjelaskan, IY ditangkap setelah tiga korban membuat laporan ke Polda Aceh pada 4 Februari dengan nomor laporan LP/30/ll/YAN.2.5/2019/SPKT. Adapun tiga korban yang melapor adalah MU (29), pegawai kontrak KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi), alamat Peukan Bada, Aceh Besar, FS (29) tenaga honor PAUD, Lhoknga, Aceh Besar, dan Da (29), tenaga honor PAUD, alamat Lampeuneuruet, Aceh Besar.

Menurut Kombes Agus, penipuan itu dilakukan oleh tersangka IY pada Jumat 20 Juli 2018 bertempat di SPBU Jeulingke, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh.

Saat itu, tersangka menjanjikan kepada korban bisa mengangkat atau meluluskan jadi PNS pada tahun 2018. Dari ketiga korban, tersangka mengambil uang sebesar Rp 86 juta.

“Namun apa yang dijanjikan tidak sesuai dengan kenyataanya dan tersangka menggunakan uang tersebut untuk membayar uang korban yang lain yang pernah diurus untuk menjadi PNS,” kata Agus Sartijo.

Ditanya Serambi apakah masih ada korban lain, Kombes Agus mengatakan sedang menelusuri kasus tersebut.

Dalam kasus berbeda, pihak Polresta Banda Aceh juga menangkap Ru (33) warga Lamdingin, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh yang diduga melakukan penipuan dengan modus menjanjikan korban untuk bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Gubernur Aceh. “Itu kasusnya di Polresta Banda Aceh,” kata Kombes Agus.

Berdasarkan laporan yang diterima Serambi, kasus itu dilapor oleh korban berinsial DF (24) warga Lampeuneuruet Ujong Blang, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar pada 19 Maret 2019. Tindak pidana penipuan itu terjadi pada 14 Maret lalu bertempat di kawasan Simpang Surabaya, Banda Aceh.

Menurut Kombes Agus, korban—yang sudah kenal dengan pelaku—dihubungi oleh pelaku dan menawarkan kepada korban menjadi tenaga honorer di Kantor Gubernur Aceh. Selanjutnya terjadi komunikasi antara korban dengan pelaku, dan korban akan memasukkan dua adik kandungnya.

Untuk memuluskan proses itu, pelaku mengatakan perlu sejumlah uang dari korban. Karena sudah yakin dan percaya terhadap pelaku, akhirnya korban memberikan sejumlah uang yang diminta namun apa yang dijanjikan tak pernah ditepati oleh pelaku. (dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved