Kebijakan PM Selandia Baru Jacinda Ardern Setelah Peristiwa Penembakan di Dua Masjid

Jacinda Ardern bersumpah tidak akan pernah menyebut nama pria bersenjata yang melakukan serangan di masjid di Kota Christchurch.

Kebijakan PM Selandia Baru Jacinda Ardern Setelah Peristiwa Penembakan di Dua Masjid
MARK TANTRUM/GETTY IMAGES
Perdana Menteri Jacinda Ardern merangkul seorang wanita yang hadir di Gedung Parlemen, (19/03) di Wellington, Selandia Baru. 

Beberapa keputusan dan tindakan yang diambil oleh Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyusul terjadinya penembakan di dua masjid di Christchurch mendapat sambutan positif dari media dan warganet.

SERAMBINEWS.COM - Yang terbaru adalah keputusan Selandia Baru untuk melarang semua jenis senjata semi-otomatis seperti yang digunakan dalam penembakan masjid di Christchurch.

Aturan senjata api di Selandia Baru tersebut menjadi sorotan sejak seorang pria bersenjata membunuh 50 orang di dua masjid, Jumat lalu (15/03). Menurut PM Ardern, dia berharap undang-undang baru itu mulai berlaku pada 11 April.

1. Tidak menyebut nama pelaku penembakan

Jacinda Ardern bersumpah tidak akan pernah menyebut nama pria bersenjata yang melakukan serangan di masjid di Kota Christchurch.

"Dia mencari banyak hal dari tindakan terornya, termasuk agar menjadi terkenal - itulah sebabnya Anda tidak akan pernah mendengar saya menyebutkan namanya," kata Ardern dalam pidato yang emosional di gedung parlemen Selandia Baru, pada Selasa (19/3).

Di hadapan anggota parlemen Selandia Baru, Ardern berkata, "Saya mohon, ucapkan nama-nama mereka yang meninggal ketimbang nama pelakunya.

"Dia adalah teroris. Dia adalah pelaku kriminal. Dia adalah ekstremis. Tetapi ketika menyangkut dirinya, ketika harus menyebutnya, saya tak akan menyebut namanya."

2. "Assalamualaikum" & mengenakan jilbab

Dalam pertemuan khusus dengan parlemen pada Selasa (19/03) itu, Ardern juga memulai pidatonya dengan "Assalamualaikum".

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved