Tiga Terdakwa Pembunuh Bripka Faisal Divonis 37 Tahun

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, menjatuhkan hukuman pidana penjara

Tiga Terdakwa Pembunuh Bripka Faisal Divonis 37 Tahun
IST
Tiga Terdakwa kasus pembunuhan Bripka Anumerta Faisal Personel Reskrim Polres Aceh Utara duduk di kursi pesakitan mendengar materi amar putusan di Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Selasa (26/3). 

LHOKSUKON - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada tiga terdakwa kasus pembunuhan Bripka Anumerta Faisal, personel Reskrim Polres Aceh Utara, dengan hukuman yang jika ditotal mencapai 37 tahun penjara.

Hukuman terberat dijatuhkan majelis hakim kepada Muktarmidi alias Midi alias Jenggot (31), warga Desa Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, selama 13 tahun. Sedangkan M Arief Munandar alias Arep (18), warga Desa Sungai Pawoh, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, dan Darwin alias Wen (32), warga Desa Rantau Panjang, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, masing-masing diganjar hukuman 12 tahun penjara.

Vonis itu tertuang dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim, Teuku Latiful SH, didampingi dua hakim anggota, Abdul Wahab MH dan Fitriani MH, dalam sidang pamungkas kasus tersebut di PN setempat, Selasa (26/3) sore. Dalam sidang itu terdakwa hadir ke ruang sidang bersama pengacaranya, Abdullah Sani SH.

Putusan setebal 60 halaman itu dibacakan secara bergantian oleh hakim terhadap ketiga terdakwa yang duduk berdampingan di kursi pesakitan. Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Utara. Pada sidang sebelumnya, Jaksa Harri Citra Kesuma SH menuntut Muktarmidi 15 tahun penjara, sedangkan M Arief dan Darwin masing-masing 14 tahun penjara.

Dalam amar putusan itu dibeberkan juga kronologi pembunuhan Bripka Faisal. Juga dimuat keterangan para saksi dari kalangan warga, petugas, dan terdakwa. Terdakwa Muktar dinyatakan terbukti melanggar Pasal 338 KUHPidana juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1e, dan kedua Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Api.

Sedangkan Arief dan Darwin, menurut hakim, terbukti melanggar Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana. Karena itu, hakim menghukum Mukhtar 13 tahun penjara. Sedangkan Arief dan Darwin masing-masing 12 tahun penjara. Ketiganya hanya menunduk di kursi pesakitan dengan wajah lesu saat mendengar amar putusan tersebut.

Usai membacakan amar putusan, hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk berkonsultasi dengan pengacaranya. Hak serupa juga diberikan hakim kepada jaksa untuk menyatakan sikapnya terkait putusan tersebut. Setelah berkonsultasi terdakwa dan jaksa secara bergantian menyatakan menerima putusan tersebut. Lalu hakim langsung menutup sidang tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Faisal ditemukan sudah meninggal di kawasan pantai Desa Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, pada Minggu (25/8) sekira pukul 03.00 WIB, dengan tiga luka di tubuhnya. Belakangan terungkap, Faisal dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senpi jenis pistol revolver miliknya setelah dirampas Muktar Midi, anggota komplotan bajak laut dan dikeroyok oleh tujuh anggota komplotan tersebut. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved