Brunei Terapkan Hukum Rajam Sampai Mati LGBT, Ulama Aceh: Tak Perlu Hiraukan Kecaman dari Pihak Luar

Brunei Darussalam tak perlu goyah dan harus tetap istiqamah dalam menjalankan penerapan hukum syariat Islam tersebut.

Brunei Terapkan Hukum Rajam Sampai Mati LGBT, Ulama Aceh: Tak Perlu Hiraukan Kecaman dari Pihak Luar
DOK SERAMBINEWS.COM
Wakil Ketua Majelis Persmusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. 

Penerapan Hukuman Rajam Sampai Mati terhadap LGBT di Brunei Dikecam, Ini Pendapat Ulama Aceh

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penerapan hukum pidana syariat Islam yang mencakup hukuman rajam hingga mati bagi pelaku zina dan hubungan seks sesama jenis di Brunei Darussalam telah memicu reaksi dunia.

Setidaknya, ada sejumlah kelompok HAM dunia yang mengecam penerapan hukum syariat Islam yang akan dimulai 3 April 2019 mendatang.

Namun, dukungan terhadap penerapan hukum syariat Islam tersebut datang dari Aceh.

Serambinews.com menanyai khusus terkait hal itu pada Wakil Ketua Majelis Persmusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab Lem Faisal.

Baca: Dikenal Kaya Raya dan Makmur, Di Negara Ini Homoseksual Bisa Dihukum Rajam Sampai Mati

Menurut Lem Faisal, umat Islam di belahan dunia mana pun tak mesti di Brunei, sudah sapatutnya menjalankan ajaran agama Islam dan tuntutan Allah SWT.

"Jadi kita umat Islam di mana pun berhak menjalankan ajaran agama kita dan tidak perlu menghiraukan kecaman atau protes-protes pihak luar," kata Lem Faisal, Minggu (31/3/2019).

Baca: Diam-diam Menikah Lagi dengan Pria Lain, Ibu 8 Anak Dirajam sampai Mati

Aceh, kata Lem Faisal, sangat mendukung upaya Kesultanan Brunei yang akan menerapkan aturan hukum tersebut.

"Jadi, kita Aceh sangat mendukung diterapkannya ajaran Islam dan tuntutan Allah SWT yang akan dijalankan oleh Kesultanan Brunei Darussalam ini," kata Lem Faisal.

Baca: Sepasang Kekasih Dirajam Sampai Mati karena Tinggal Serumah

Halaman
123
Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved