Guru dan Pelajar Mogok

Proses belajar mengajar di SMPN 4 Dewantara, Aceh Utara yang berada di Desa Pulo Rungkom

Guru dan Pelajar Mogok
Foto kiriman warga
Kondisi sekolah SMPN 4 darul Makmur di Desa Alue Kuyun, Kecamatan Darulm Makmur, Kabupaten Nagan Raya, terlihat sepi karena sejumlah guru mogok mengajar 

LHOKSUKON – Proses belajar mengajar di SMPN 4 Dewantara, Aceh Utara yang berada di Desa Pulo Rungkom pada Sabtu (30/3) terhenti karena pelajar dan guru mogok. Aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap mutasi Rusli Spd dari Kepala SMPN 4 Dewantara ke SMPN 3 Sawang pada pertengahan Maret. Sedangkan penggantinya Maknawiyah dari SMPN 3 Nisam.

Informasi yang diperoleh Serambi, pintu pagar pada Sabtu (30/3) terkunci. Akibatnya, pelajar yang hadir ke sekolah terpaksa menunggu di luar. Sedangkan guru satu pun tak hadir ke sekolah sehingga proses belajar mengajar terhenti. Persoalan mutasi guru sudah disampaikan sebelumnya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Utara.

“Kebetulah saya kemarin melintasi sekolah tersebut. Saya melihat banyak pelajar di luar sekolah, padahal sudah pukul 08.00 WIB. Pelajar mengaku pintu pagar tergembok dan belum dibuka. Selain itu, satu guru pun tak hadir ke sekolah, sehingga pelajar kembali pulang,” lapor seorang warga kepada Serambi, Minggu (31/3).

Ketua Komite SMPN 4 Dewantara, Muhammad Nazar menyebutkan, kemungkinan para guru sudah sepakat tak hadir ke sekolah sebagai bentuk protes atas mutasi kepsek. Sebelumnya, para guru dan wali murid mengadukan hal serupa kepada dirinya. Tapi, karena belum ada tindaklanjut, sehingga mereka sepakat mogok.

“SMPN 4 itu sekolah baru yakni sekitar setahun delapan bulan. Di mana jumlah pelajar 116 orang dari kelas satu dan kelas dua. Bahkan belum punya pelajar untuk kelas tiga. Tapi, meski baru sekolah tersebut sudah banyak mendapatkan prestasi, dari tingkat kabupaten, sampai ke tingkat provinsi,” ujar Ketua Komite SMPN 4 Dewantara.

Selain itu, para pelajar juga disiplin dan proses belajar mengajar sudah baik meskipun sekolah baru. Karena, kepala sekolah bekerja sungguh-sungguh untuk meningkatkan mutu pendidikan. “Bahkan informasi kami terima dari pengawas, Rusli termasuk kepala sekolah yang berhasil meningkatkan mutu pendidikan,” katanya.

Karena itu, guru dan wali murid tak bisa menerima ketika Rusli dimutasi ke sekolah lain. Wali murid dan guru berharap supaya dinas mempertahankan Rusli sampai nanti lulus angkatan pertama. “Saya bersama aparat desa setempat sudah pernah mendatangi dinas untuk menyampaikan persoalan tersebut,” katanya.

Bahkan, sebut Nazar, pihaknya sudah dua kali mendatangi dinas. “Pihak dinas beralasan Rusli dimutasi untuk membangun sekolah lain. Bagaimana meningkatkan mutu sekolah di tempat lain, sedangkan di tempat kami masih butuh orang seperti Pak Rusli,” pungkas Ketua Komite Sekolah.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Disdikbud Aceh Utara, Razali kepada Serambi menyebutkan, tidak ada persoalan dengan mutasi kepala sekolah. Bahkan, kepala sekolah baru sudah diantar ke sekolah tersebut dan diterima dengan baik beberapa waktu lalu. Begitu juga dengan kepala sekolah lama sudah diantar ke sekolah baru.

“Jadi, tidak persoalan dengan mutasi. Karena mutasi ini juga sudah lama. Karena itu, kami akan telusuri dulu persoalan tersebut untuk kami cari solusinya. Saya belum menerima informasi adanya mogok guru dan pelajar di sekolah tersebut,” ujar Kabid Dikdas.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved