Puskesmas Peunaron Diduga Tolak 4 Pasien Muntaber di Luar Faskes, Begini Kata Kadiskes Aceh Timur
"Alasannya pasien itu kartu BPJS Fasilitas Kesehatan (Faskes) Puskesmas Serbajadi, maka Puskesmas Peunaron tidak bertanggung jawab," lapor Bukhari
Penulis: Seni Hendri | Editor: Mursal Ismail
Laporan Seni Hendri | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM,IDI - Puskesmas Peunaron, Aceh Timur, diduga menolak merawat empat pasien muntaber dari Dusun Ketibung, Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi Lokop, Aceh Timur.
Mereka adalah satu keluarga yang terdiri atas ayah, Sahdat (45), istri Rasidah (35), dan kedua anak lelaki mereka, Alwi (10), dan Dani (3). Hal ini disampaikan tokoh masyarakat Serbajadi, Bukhari Muslim MH, kepada Serambinews.com, Rabu (3/4/2019) .
Baca: Jokowi dan Prabowo Lakukan Kampanye di Kandang Lawan, Lihat Massa Pendukungnya
"Keempat penderita muntaber itu dibawa ke Puskesmas Peunaron, tapi sampai di sana, mereka tidak dirawat oleh petugas puskesmas. Alasannya pasien itu kartu BPJS Fasilitas Kesehatan (Faskes) Puskesmas Serbajadi, maka Puskesmas Peunaron tidak bertanggung jawab," lapor Bukhari.
Baca: Hasil Survei JSI di Aceh, Pemilih Berpotensi Mengubah Pilihan Caleg Apabila Diberi Uang
Oleh karena itu, kata Bukhari, kemudian keluarga membawa mereka ke klinik Delima di Kecamatan Peunaron. "Kasihan sekali keluarga ini, mereka warga miskin dan harus membayar besar biaya pengobatan di klinik itu," papar Bukhari.
Bukhari menceritakan keempat pasien dibawa ke Puskesmas Peunaron karena jaraknya hanya 9 kilometer (Km). Sedangkan ke Puskesmas Serbajadi di Gampong mencapai 40 kilometer, meski Dusun Ketibung, Gampong Bunin ini, Kecamatan Serbajadi.
Tak hanya Dusun Ketibung, Dusun Jamur Batang dan Dusun Karang Kuda di Kecamatan Serbajadi, jaraknya juga mencapai 40 km dengan Puskesmas setempat. Oleh karena itu, Bukhari mewakili masyarakat tiga dusun tersebut, meminta Pemkab Aceh Timur, khususnya Dinkes Aceh Timur, agar mengambil kebijakan dengan memberikan kemudahan tempat pelayanan kesehatan mereka (Faskes) kepada warga tiga dusun ini di Puskesmas Peunaron.
Baca: Najib Terancam Dipenjara Lebih dari 100 Tahun Jika Terbukti Bersalah dalam Skandal Megakorupsi 1MDB
"Selain warga kami tiga dusun ini sangat jauh ke Puskesmas Serbajadi, petugas kesehatan yang tinggal di Puskesmas Pembantu di Dusun Karang Kuda juga tak memiliki obat-obatan yang maksimal karena tidak diberikan dari Puskesmas Serbajadi. Makanya setiap masyarakat kami terpaksa harus membayar untuk berobat ke klinik di Peunaron," jelas Bukhari.
Bukhari berharap Pemerintah memberikan solusi terkait hal ini.
Dikonfirmasi serambinews.com secara terpisah, Rabu (3/4/2019), Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh Timur, Sahminan, mengatakan Puskesmas hanya memberikan pelayanan kepada pasien yang Faskesnya di Puskesmas tersebut. Hal ini peraturan BPJS Kesehatan.
"Seharusnya pasien tersebut memang ditangani di Puskesmas Serbajadi Lokop, karena data mereka tercatat di Puskesmas Serbajadi. Selain itu, ketentuan ini juga telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan," jelas Sahminan.
Baca: Elektabilitas Terkini Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi Menurut 7 Lembaga Survei, Hasilnya Mengejutkan
Namun demikian, lanjut, Sahminan, pihaknya, akan duduk bersama dengan BPJS membahas terkait usulan warga tiga dusun di Gampong Bunin, Kecamatan Serbajadi, untuk pindah faskes ke Puskesmas Peunaron.
"Nanti akan bicarakan dengan BPJS untuk mencari solusi terbaik sesuai harapan masyarakat," jelas Sahminan.
Sebelumnya, Serambi juga sudah berulang kali menghubungi telepon seluler kepala puskesmas Peunaron, Delimawati, tersambung tapi tidak ada jawaban.
Baca: Akun Nurhadi-Aldo Pamit Jelang Pemilu 17 April 2019, Nurhadi: Banyak Kejutan Lain, Tunggu Saja
Dikutip dari, hellosehat.com, Muntaber atau gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan, khususnya lambung, usus besar, dan usus kecil.
Virus dan bakteri gastroenteritis adalah infeksi usus yang berhubungan dengan gejala diare berair, kram perut, mual, dan muntah.
Gejala ini terkadang disertai kembung, demam, menggigil, sakit kepala, dan kelelahan. Tanda-tanda gejala tersebut biasanya berlangsung selama 2-3 hari, tetapi beberapa ada yang dapat bertahan hingga seminggu. (*)