Wabup Abdya Sidak ke RSUTP

Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum

Wabup Abdya Sidak ke RSUTP
SERAMBI/RAHMAT SAPUTRA
WAKIL Bupati (Wabup) Abdya, Muslizar MT berdialog dengan pasien saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP), Rabu (10/4). 

BLANGPIDIE - Wakil Bupati (Wabup) Aceh Barat Daya (Abdya), Muslizar MT melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Teungku Peukan (RSUTP), Rabu (10/4). Sidak Wabup yang didampingi istri dan Sekda Abdya, Drs Thamrin beserta istrinya itu sedikit unik, karena orang nomor dua di Abdya tersebut masih menggunakan baju adat Aceh. Hal itu disebabkan lantaran sidak dilakukan seusai melaksanakan upacara HUT Ke-17 Abdya di halaman kantor bupati setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup Muslizar mengaku, pelayanan rumah sakit pemerintah itu mulai baik, namun tetap harus ditingkatkan. “Alhamdulillah, pelayanan petugas sudah mulai bagus sehingga kunjungan ke rumah sakit kita sangat ramai,” ujarnya.

Terlebih, jelasnya, RSUTP sudah memiliki beberapa dokter spesialis, yang terbaru adalah dokter spesialis kulit dan dokter spesialis urologi. “Kehadiran dokter spesialis urologi ini sangat membantu penderita batu ginjal, kandung kemih, dan lainnya,” ulasnya.

Meski begitu, Wabup tetap meminta, pihak manajemen untuk meningkatkan status rumah sakit plat merah tersebut dari Tipe C menjadi Tipe B. Karena, dengan naiknya status rumah sakit itu, bisa menambah dokter dan alat kesehatan. “Harus kita akui, ada beberapa pasien mesti dirujuk ke RSUZA. Hal ini disebabkan tipe rumah sakit kita masih Tipe C dan alat terbatas. Kalau sudah naik menjadi B, secara otomatis alat sudah bisa kita beli dan kita tambah,” ungkapnya.

Di sisi lain, Muslizar berpesan kepada petugas keamanan agar dalam bertugas harus mengedepankan senyum, ramah, dan bersahabat dengan pasien. “Bukan mengedepankan muka sangar, itu salah. Contohlah petugas keamanan diperbankan, setiap masyarakat yang datang selalu ditegur dan dibimbing. Ini harus dicontoh oleh petugas rumah sakit,” tukas Muslizar.

Menurutnya, jika ditemukan petugas keamanan tidak melayani masyarakat dengan baik, maka para petugas tersebut akan dievaluasi. “Karena, yang kita butuhkan petugas yang melayani masyarakat, bukan orang malas, apalagi tidak bekerja sesuka hati,” pungkasnya.(c50)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved