Pedagang Valuta Asing tak Berizin di Pidie dan Pidie Jaya Ditertibkan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh menertibkan pedagang valuta asing yang tidak memiliki izin di kabupaten Pidie dan Pidie Jaya...

Pedagang Valuta Asing tak Berizin di Pidie dan Pidie Jaya Ditertibkan
Zainal Arifin Lubis Kepala BI Perwakilan Aceh

Pedagang Valuta Asing tak Berizin di Pidie dan Pidie Jaya Ditertibkan

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh menertibkan pedagang valuta asing yang tidak memiliki izin di kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Penertiban ini berlangsung selama tiga hari (10-12 April 2019). 

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikannya dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (12/4/2019).

Ia menyebutkan penertiban tersebut berlokasi di delapan titik yaitu di Kota Sigli, Grong-grong, Kembang Tanjong, Beureunuen, Ulee Glee, Meureudu, Lueng Putu, dan Trienggadeng.

"Penertiban dilakukan terhadap toko emas yang selama ini disinyalir melakukan perdagangan valuta asing di wilayah-wilayah tersebut," ujarnya. 

Dikatakan hal ini merupakan bentuk penegakan Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/20/PBI/2016 tangal 3 Oktober 2016 tentang Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang menyatakan bahwa setiap penyelenggara kegiatan penukaran valuta asing wajib terlebih dahulu memperoleh izin dari Bank Indonesia.

Baca: Kapolres Langsa Menerima Kedatangan Mahasiswa

Baca: Hati-hati Melintasi Jalur Kantor Pertanahan Abdya, Sering Terjadi Laka Tunggal

Baca: Rapat Evaluasi Pemilu di Bireuen, Cegah Money Politik dan Serangan Fajar

Ia menambahkan berdasarkan hasil pengamatan BI serta informasi dari masyarakat bahwa di dua kapubaten tersebut terjadi transaksi mata uang asing melalui badan usaha tidak berizin, dan tergolong tinggi.

"Jenis mata uang yang paling banyak digunakan yaitu ringgit Malaysia dan Riyal Arab Saudi," sebutnya.

Dalam kegiatan penertiban itu, pihaknya mengimbau sekaligus memberikan peringatan tertulis kepada semua pelaku usaha yang melakukan penukaran valuta asing yang tidak memiliki izin untuk menghentikan kegiatan tersebut. 

"Bank Indonesia memperingatkan, apabila pelaku usaha tetap melakukan kegiatan penukaran mata uang asing tanpa izin, maka Bank Indonesia bersama aparat penegak hukum akan mengambil tindakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku," kata Zainal Arifin Lubis.

Dalam hal ini, BI mendorong para pemilik usaha toko emas yang ingin melakukan kegiatan usaha penukaran valuta asing untuk mengajukan izin ke Bank Indonesia, tanpa dipungut biaya. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved