Sering Diselingkuhi dan Ditelantar, 334 Istri Gugat Cerai Suami di Bireuen

Tapi perkara istri gugat cerai suami paling menonjol mencapai 334 perkara, meningkat tajam dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 230 perkara

Sering Diselingkuhi dan Ditelantar, 334 Istri Gugat Cerai Suami di Bireuen
Ilustrasi 

Laporan Ferizal Hasan I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Perkara istri gugat cerai suami yang diterima di Mahkamah Syariah kelas I B Bireuen, setiap tahun paling menonjol dibandingkan dengan perkara-perkara lainnya.

Ketua Mahkamah Syar’iyah Bireuen Drs Amiruddin, SH MH melalui Panitera, Drs Syarwandi, Sabtu (12/4/2019) mengatakan, perkara yang diterima di Mahkamah Syar’iyah Bireuen tahun 2018 sebanyak 799 perkara, antara lain perkara talak cerai (suami cerai istri) sebanyak 182 perkara, meningkat dibandingkan tahun 2017 sebanyak 136 perkara.

"Tapi perkara istri gugat cerai suami paling menonjol mencapai 334 perkara, meningkat tajam dibandingkan dengan tahun 2017 sebanyak 230 perkara," sebut Syarwandi.

Baca: Dilanda Kemarau, Ratusan Hektare Jagung di Kecamatan Ranto Peureulak Gagal Tumbuh

Baca: 15 Caleg Meninggal Jelang Pencoblosan, Salah Satunya Adik Ipar Megawati

Baca: Masuki Masa Tengan Pemilu, Panwaslih Abdya Imbau Caleg dan Timses tak Kampanye di Media Sosial

Dikatakannya, faktor penyebab meningkatnya perkara cerai gugat (istri gugat cerai suami), tidak bertanggung jawab serta menyia-nyiakan istri terlantar tidak memberikan nafkah hidup secara patut.

Selain itu ada juga faktor perselisihan antara suami istri yang tidak rukun lagi, gangguan pihak ketiga, dan faktor ekonomi.

Menurut Drs Syarwandi, dari 799 perkara yang diterima di Mahkamah Syar’iyah Bireuen sejak Januari-Desember 2018, terdiri atas 182 perkara talak cerai, 334 perkara gugat cerai, 12 perkara harta bersama.

Lalu dua perkara penguasaan anak, satu perkara pengesahan anak, 3 perkara perwalian, 220 perkara isbat nikah, 4 perkara dispensasi kawin, 8 perkara kewarisan, 58 perkara penetapan ahli waris, dan 8 perkara lain-lain.

Dari 799 perkara yang diterima dalam tahun 2018, sebanyak 787 perkara termasuk sisa perkara tahun 2017 sudah berhasil diputus tahun 2018. Dengan sisa perkara tahun 2018 yang masih dalam proses peradilan tahun 2019 sebanyak 184 perkara.

“Perkara-perkara tahun 2018 yang sudah diputus, 138 perkara cerai talak, 381 perkara gugat cerai suami termasuk sisa perkara tahun 2017,” sebutnya.

Selain itu 8 perkara harta bersama satu perkara penguasaan anak, 2 perkara perwalian, 197 perkara isbat nikah, 6 perkara dispensasi kawin, 3 perkara pewarisan, 48 perkara penetapan ahli waris, 7 perkara lain-lain, 789 perkara dikabulkan, 14 perkara ditolak, 14 perkara tidak diterima, dan 3 perkara dicoret. (*)

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved