Tak Ada Pangkalan, Warga Ie Mirah Abdya Tempuh Jarak 8 Km untuk Membeli Elpiji 3 Kg
Peristiwa ini terjadi akibat di Gampong Ie Mirah tidak lagi beroperasi pangkalan elpiji untuk melayani kebutuhan elpiji bersubsidi warga setempat.
Penulis: Zainun Yusuf | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Warga kurang mampu di Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), kecewa karena sulit membeli elpiji (LPG) 3 Kg bersubsidi dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir.
Sebab, warga miskin setempat harus membeli elpiji bersubsidi di Desa Pantee Rakyat, ibukota Kecamatan Babahrot dengan jarak tempuh hingga mencapai 8 kilometer.
Peristiwa ini terjadi akibat di Gampong Ie Mirah tidak lagi beroperasi pangkalan elpiji untuk melayani kebutuhan elpiji bersubsidi warga setempat.
“Kesulitan warga membeli elpiji 3 Kg dialami warga Ie Mirah sekitar satu terakhir dikarenakan tak ada pangkalan yang beroperasi di daerah tersebut,” kata Anggota DPRK Abdya, Yusran kepada Serambinews.com, Minggu (14/4/2019).
Baca: KIP Aceh Ingatkan Masyarakat Teliti Saat Memilih, Begini Cara Mencoblos dan Suara Dianggap Sah
Baca: SBY dan Ani Yudhoyono Mencoblos di Singapura, Annisa Pohan Ungkap Kondisi Terkini Ibu Ani
Baca: KIP Aceh Ingatkan Masyarakat Teliti Saat Memilih, Begini Cara Mencoblos dan Suara Dianggap Sah
Sekitar satu tahun lalu, katanya, di Gampong Ie Mirah beroperasi pangkalan elpiji, tapi entah karena ada masalah pangkalan tersebut ditutup.
Dampaknya, warga setempat harus membeli elpiji 3 Kg ke desa lain, yaitu di Gampong Pantee Rakyat, Babahrot.
Bagi masyarakat yang tidak memiliki kendaraan, maka mereka harus mengeluarkan biaya transportasi (PP) sekitar Rp 10.000 untuk menjangkau lokasi pangkalan elpiji di Pantee Rakyat.
Terkait hal ini, Yusran, mendesak Distributor/Agen LPG 3 kg di wilayah Kabupaten Abdya untuk menghadirkan pangkalan elpiji 3 Kg di Gampong Ie Mirah untuk mengatasi kesulitan yang dialami warga setempat.
“Kalau pangkalan yang beroperasi di Ie Mirah sebelumnya telah dicabut izin, maka harus diberi kesempatan bagi yang lain membuka pangkalan baru, bukan setelah menutup pangkalan yang lama, kemudian tidak dibuka pangkalan baru, sementara masyarakat sangat kesulitan untuk mendapatkan elpiji bersubsidi 3 Kg,” kata Yusran
Cacatan Serambinews.com, di Kabupaten Abdya terdapat dua distributor elpiji 3 Kg membawahi puluhan pangkalan di gampong-gampong dalam sembilan kecamatan mulai Babahrot hingga Lembah Sabil.(*)