Banyak Warga di Aceh Tamiang belum Terima Undangan Memilih, KIP Akui Ada Kesalahan di DPT

Komisioner KIP Aceh Tamiang, Adi Sartika menjelaskan kendala ini disebabkan ada kesalahan DPT di sebagian kampung.

Banyak Warga di Aceh Tamiang belum Terima Undangan Memilih, KIP Akui Ada Kesalahan di DPT
ANTARA/ADENG BUSTOMI
Sejumlah petugas melipat surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden di Gudang Logistik KPU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (11/2/2019). Sebanyak 2.470.385 lembar surat suara yang terbagi menjadi surat suara untuk Pilpres, DPR RI, DPR Provinsi, DPRD dan DPD, nantinya akan didistribusikan ke 2.063 TPS dan ditargetkan selesai dalam dua minggu dengan jumlah petugas pelipatan 1.000 orang dari PPK, PPS serta KPPS. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/hp. (ANTARA/ADENG BUSTOMI) 

Laporan Rahmad Wiguna I Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sejumlah warga di Aceh Tamiang mengaku khawatir tidak bisa mencoblos di Pemilu 2019 karena hingga H-2 belum menerima formulir C6 (undangan).

Menurut warga, terhambatnya distribusi formulir C6 ini disebabkan petugas yang membagikan undangan tidak melibatkan perangkat kampung.

"Sehingga petugas dari KIP bingung, gak tahu alamat kirimnya ke mana," kata Juli, warga Kampung Dalam, Kecamatan Karangbaru, Senin (15/4/2019).

Juli bersama warga lainnya khawatir bila persoalan alamat ini tidak diselesaikan secepatnya, hak pilih ribuan orang bisa hilang.

"Bahaya ini, karena menyangkut dengan hak pilih," sambungnya.

Baca: Pasokan Menipis, Harga Bawang Putih di Pidie Melonjak Tajam

Baca: Fakta Drawing 8 Besar Piala Indonesia, Persib Bandung Reuni Mantan Pelatih, Peluang Jumpa Persija

Baca: Jangan Terpancing Provokasi, Danlanud SIM Tegaskan Prajurit TNI Netral dalam Pemilu

KIP Aceh Tamiang sendiri tidak membantah pihaknya mengalami kendala dalam penyaluran C6.

Namun mereka optimis permasalahan ini bisa diselesaikan sebelum hari pencoblosan.

Komisioner KIP Aceh Tamiang, Adi Sartika menjelaskan kendala ini disebabkan ada kesalahan DPT di sebagian kampung.

"Di DPT terbaru sebenarnya ada yang meninggal, sudah ditandai. Tapi kita menunggu pleno KPU RI tanggal 10, sementara kita sudah cetak tanggal 8," jelas Adi.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved