Pidie tak Sediakan Baju Linmas

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie tidak menyediakan baju seragam untuk 2.760 linmas (hansip)

Pidie tak Sediakan Baju Linmas
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Ketua KIP Aceh Singkil Edi Sugianto serta Kepala Satpol PP dan WH Aceh Singkil Said Jufri tanda tangan berita acara serah terima personel Linmas 

* Untuk 2.760 Orang

SIGLI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie tidak menyediakan baju seragam untuk 2.760 linmas (hansip) yang bertugas di 1.380 tempat pemungutan suara (TPS) papa pemilu serentak 17 April 2019. Linmas hanya dibekali kartu pengenal yang dikeluarkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie.

Asisten I Setdakab Pidie, Bahrul Walidin, Senin (15/4) mengatakan tidak mengalokasikan dana dalam APBK 2019, untuk pengadaan baju seragam Linmas sebagai petugas TPS. Dikatakan, pemilu menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sehingga KIP yang mengeluarkan tanda pengenal dan membayar honor linmas.

“Jadi, kami tidak lagi mengalokasikan dana untuk pengadaan baju seragam Linmas, karena kita mengikuti aturan yang ada dan yang terpenting pemilu harus berjalan sukses,” ujarnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pidie, Drs Zulfikar MM, kepada Serambi, Selasa (16/4) mengungkapkan terhadap pengadaan baju seragam Linmas bukan tanggungjawabnya. Dikatakan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pidie hanya mengusulkan dana untuk tes baca Quran yang telah dilaksanakan KIP.

“Kalau untuk baju seragam linmas bukan tanggungjawab kami. Coba ditanyakan pada Satpol PP Pidie,” jelasnya.

Secara terpisah, Kasatpol PP dan WH Pidie, Iskandar mengatakan tugas Satpol PP hanya merekrut petugas Linmas yang telah dilakukan berjumlah 2.760 orang. Perekrutan telah dilakukan dari 20 Februari hingga Maret 2019. Dia juga mengatakan Linmas hanya diberikan tanda pengenal dan memakai seragam linmas yang lama, karena pemkab tidak menyediakan baju seragam.

“Satpol PP dan WH Pidie hanya bertugas merekrut linmas, kalau pengadaan baju seragam bukan kami yang ditangani. Petugas Linmas bekerja hanya satu hari hingga selesai perhitungan suara dan mereka mendapat honorarium,” sebutnya.

Ketua Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat KiP Pidie, Sri Wahyuzha, Senin (15/4) mengatakan, KIP membayar honorarium petugas linmas Rp 400 ribu per orang.

Namun, honorarium tersebut dipotong pajak enam persen atau Rp 6 ribu, sehingga honor yang diterima petugas Linmas Rp 364.000 per orang. “Honor linmas akan dibayar setelah kegiatan selesai dan KIP hanya memberikan kartu tanda pengenal kepada petugas,” pungkasnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved