Desk Pemilu Abdya Bertahan tak Umumkan Data Hasil Pemilu

Desk Pemilu 2019 bentukan Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya), hingga Senin (22/4) kemarin masih saja bertahan

Desk Pemilu Abdya Bertahan tak Umumkan Data Hasil Pemilu
For Serambinews.com
Warga melihat salinan formulir C1 atau sertifikat hasil dan rincian perhitungan perolehan suara di TPS di Aceh Timur. 

BLANGPIDIE - Desk Pemilu 2019 bentukan Pemkab Aceh Barat Daya (Abdya), hingga Senin (22/4) kemarin masih saja bertahan, sama sekali tidak mengumumkan hasil penghitungan suara sementara capres dan cawapres serta calon anggota DPD, DPR RI, DPRA Dapil 9, dan DPRK setempat pada Pemilu 2019.

Sejak hari ‘H’ pemungutan suara, Rabu (17/4) lalu sampai Senin (22/4) kemarin atau selama enam hari terakhir masyarakat, termasuk wartawan dari sejumlah media bolak-balik ke Sekretariat Desk Pemilu Abdya yang dibuka di Rumah Dinas Camat Blangpidie, tepatnya di Gampong Keude Paya.

Mereka kecewa karena Desk Pemilu Abdya ternyata tidak kunjung mengumumkan data perolehan suara sementara masing-masing calon. “Beda dengan Desk Pemilu sebelumnya, di mana data penghitungan suara sementara bisa di-update setiap tiga jam, tapi desk pemilu kali ini sangat tertutup,” kata salah seorang wartawan setempat.

Padahal, untuk mengambil data pada form C di 427 TPS tersebar di 152 desa dalam sembilan kecamatan di Abdya--sejak Babahrot sampai Lembah Sabil--Desk Pemilu menurunkan sekitar 36 petugas. Mereka terdiri atas para camat, kabag, dan staf pada Sekdakab, termasuk Ketua dan Anggota RAPI Abdya. Selain itu, sekitar sepuluh staf bertugas sebagai operator di Sekretariat Deks Pemilu.

Akan tetapi, data perhitungan hasil perolehan suara yang telah berhasil dikumpulkan baru sebatas perolehan suara capres/cawapres, calon anggota DPD, DPR RI, DPRA dan DPRK Abdya, tidak dipublikasikan hingga Senin kemarin. Publik setempat maupun parpol dan caleg sangat sulit mendapat akses informasi hasil Pemilu 2019 yang sudah digelar, kendatipun informasi yang bersifat sementara.

Terlebih lagi, penyelenggara pemungutan suara (PPS) gampong/desa tidak menempelkan form C1 yang merupakan hasil pleno rekap suara di lokasi tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 427 TPS. Peristiwa tidak ditempelnya form C1 di lokasi TPS seusai rekap suara itu kabarnya terjadi di seluruh Kabupaten Abdya.

Demikian juga rapat pleno panitia pemilihan kecamatan (PPK) tentang rekap hasil perolehan suara masih berlangsung di setiap kecamatan dan sudah memasuki hari ketiga, Senin (22/4) kemarin. Rekap berjalan lamban, sebab sembilan PPK di Abdya, setiap PPK baru menuntaskan rekap suara dari antara lima sampai delapan desa setempat.

Dampak informasi tentang data sangat sulit diperoleh akhirnya, masyarakat hanya mengandalkan data hasil Pemilu 2019 yang dikumpulkan dari masing-masing partai politik (parpol). Parpol mendapat data dari data form C1 yang dipegang saksi-saksi parpol di masing-masing TPS. Sementara data form C1 di tangan saksi-saksi tersebut juga ada yang salah karena tidak sama dengan form C1 plano sebagaimana terungkap dalam rapat pleno PPK selama tiga hari terakhir.

Ketua Deks Pemilu Abdya, Amrizal SSos yang dihubungi Serambi, Senin sore menjelaskan, belum diumumkannya data perolehan suara sementara karena jumlah data yang masuk sangat minim. “Para camat yang kita harapkan bisa melaporkan data dari form C1 (salinan) dari daerah masing-masing, hanya sedikit yang melaporkan,” katanya.

Amrizal juga enggan menjelaskan jumlah data yang masih minim yang dikatakan sudah masuk ke desk pemilu. “Kita belum berani mengumumkan karena datanya masih sangat sedikit. Kita khawatir, data yang kita publish itu, nanti keliru,” ungkap Amrizal yang juga Asisten Pemerintahan pada Sekdakab Abdya.

Bukan komsumsi publik
Sementara itu, dari Aceh Tenggara (Agara) dilaporkan bahwa suara untuk calon presiden/wakil presiden dan calon anggota legislatif di Agara belum masuk di Desk Pemilu Agara. Selain itu, data yang masuk bukanlah untuk komsumsi publik.

Demikian diutarakan Sekretaris Desk Pemilu Aceh Tenggara, Drs Muhammad Riduan, kepada Serambi, di ruang kerjanya, Senin (22/4).

Menurutnya, data Desk Pemilu bukanlah untuk komsumsi publik. “Kita sifatnya hanya untuk meng-input data internal sebagai pembanding dengan data di lapangan,” ujarnya.

Jadi, menurut Muhammad, data yang mereka peroleh apabila sewaktu-waktu dibutuhkan pihak Komisioner KIP Aceh ada backup data yang bisa mereka sampaikan kepada instansi terkait.

Data salinan rekapitulasi perhitungan suara atau salinan C1 plano itu, menurutnya, belum juga ada mereka terima dari desa-desa, apalagi C1 plano saat selesai rekapitulasi perhitungan suara dimasukkan kembali ke kotak suara. (nun/as)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved