Satpol PP dan WH Amankan Empat Anak Jalanan di Tempat Gelap dalam Taman Kota

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, mengamankan empat orang anak jalanan (dua perempuan..

Satpol PP dan WH Amankan Empat Anak Jalanan di Tempat Gelap dalam Taman Kota
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman memberi pembinaan kepada para anak jalanan yang sudah ditertibkan oleh Satpol PP ke rumah singgah Lamjabat, Banda Aceh, Selasa (9/1/2019). SERAMBI/MUHAMMAD NASIR 

Satpol PP dan WH Amankan Empat Anak Jalanan di Tempat Gelap dalam Taman Kota

 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Petugas Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kota Banda Aceh, mengamankan empat orang anak jalanan (dua perempuan, dua laki-laki) di kawasan taman kota, pinggir Jalan STA Mahmudsyah, Banda Aceh, Rabu (24/4/2019), sekitar pukul 01.30 WIB, dini hari. 

Baca: Peunayong Tengah Sumringah

Baca: Anggota Panwascam di Bireuen Tumbang, Ini Penyebabnya

Baca: Di Bireuen, Baru Tiga Kecamatan Selesai Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu

Keempat anak jalanan itu pun digelandang ke Kantor Satpol PP dan WH Kota, sebelum diserahkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota untuk diberi pembinaan di rumah singgah milik Dinsos Kota Banda Aceh di Gampong Lamjabat, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh, Hidayat SSos yang kepada Serambinews.com, mengungkapkan keempat anak jalanan yang dijaring petugasnya itu dipergoki sedang berada di tempat gelap dalam taman kota pinggir Jalan STA Mahmudsyah. 

Diakui  Hidayat, pada saat keempat anak jalanan tersebut dipergoki, lalu diamankan oleh petugas dari arah taman tersebut, mereka hanya duduk dan tidak melakukan hal yang di luar kewajaran.

“Iya, bagaimana pun itu tetap tidak boleh, sehingga petugas kami mengamankannya dan mengorek informasi dan keterangan dari keempatnya, sebelum akhirnya kami serahkan ke Dinas Sosial Banda Aceh, pukul 10.00 WIB, untuk diberi pembinaan di rumah singgah,” kata Hidayat.

Menurutnya, keempat anak jalanan yang diamankan itu, dua pria berinisial FAP (18), asal Pekanbaru dan berdomisili di Ulee Kareng serta Ns (25) warga Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Lalu, dua wanita anak jalanan yang menjadi pasangan mereka, yakni NA (21), asal Sigli dan RZ (22) berstatus IRT, asal Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, dan berdomisili di Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh dan keduanya lanjut Hidayat, sudah kerap diamankan petugas. 

“Selama ini kita lihat anak jalanan yang ada di Banda Aceh berpenampilan tidak layak dan jauh dari norma-norma. Selain kesan mereka kotor dan tak terawat, hidup mereka juga dan umumnya kondisi itu kini menjangkiti anak-anak kita, dari Aceh. Perubahan mindset atau pola pikir mereka yang jauh dari hidup layaknya manusia normal tentunya membutuhkan perhatian kita bersama,” ungkap Hidayat.

 Perhatian yang dibutuhkan itu, lanjut mantan Camat Luengbata ini, terutama dari keluarga untuk mengontrol pergaulan keluarga dan anak-anaknya, agar tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau sebelumnya, ada anak-anak jalanan yang kami temukan isap lem dan umumnya anak Aceh. Kondisi ini sangat berbahaya, karena akan berdampak buruk bagi mereka, kecanduan serta menjadi pintu masuk peredaran narkoba. Kondisi Itu yang paling kita khawatirkan,” pungkas Hidayat mengungkapkan keprihatinannya.(*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved