Haji Uma, Na Lawan?
SEMPAT diragukan kapasitasnya pada Pemilu 2014, Haji Uma mengejutkan publik pada Pemilu 2019
SEMPAT diragukan kapasitasnya pada Pemilu 2014, Haji Uma mengejutkan publik pada Pemilu 2019. Bernama asli Sudirman, sosok yang melejit sebagai ayah Yusniar dalam serial komedi Aceh Eumpang Breueh, ini berhasil merebut hati dan simpati rakyat Aceh, selama 4,5 tahun duduk sebagai Anggota DPD RI di Senayan, Jakarta.
Hasilnya, pada Pemilu 17 April lalu, Sudirman alias Haji Uma yang kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPD RI, meraup hampir separuh suara yang diperebutkan oleh 26 calon DPD RI asal Aceh. Data diperoleh Serambi dari sumber akurat, hingga Jumat (25/4), Haji Uma sudah memperoleh 573.123 suara atau 40,65 persen dari total 1.409.940 suara sah (sementara) dalam pemilihan calon anggota DPD RI di Aceh.
Hebatnya lagi, tak ada satu pun tudingan curang terhadap hasil yang diraih Haji Uma. Bahkan, para pesaingnya pun mengakui kemenangan telak Haji Uma ini. Sebab, mereka juga tahu Haji Uma tidak punya tim yang mampu mengubah hasil pemilihan. Bisa dibilang, perolehan suara Haji Uma dalam Pemilu 2019 bersih sebersih-bersihnya.
Hal ini setidaknya terlihat dari komentar para warganet di laman Facebook Serambinews.com maupun postingan-postingan para tokoh lainnya. Kebanyakan warganet menganggap keberhasilan Haji Uma menyapu sebagian besar suara pemilih ini karena sosoknya dianggap sederhana dan kerap hadir membantu orang miskin dan orang-orang yang membutuhkan bantuan, termasuk tenaga kerja asal Aceh di negeri jiran Malaysia.
Sampai orang sekelas Irwan Djohan (Wakil Ketua DPRA) membuat status Facebook berbunyi “Breaking News; 4 kursi DPD RI semuanya untuk Haji Uma.” Status yang diunggah pada Rabu (24/4) pagi ini, mendapat banyak respons dari netizen dan sudah 19 kali dibagikan.
Pujian terhadap hasil yang diraih Haji Uma juga diungkap Reza Indria, kandidat doktor di Harvard University dalam status Facebooknya, beberapa hari lalu. “Kreuh that Haji Uma, caleg-caleg laen ci jak les dilee bak gobnyan (hebat sekali Haji Uma, caleg lain coba les dulu sama beliau),” tulis Reza Indria dalam status Facebooknya yang capturenya banyak dibagikan ke grup-grup Whatsapp (WA).
Apa tanggapan Haji Uma terhadap besarnya perolehan suaranya pada Pemilu 2019 ini?
“Syukur Alhamdulillah atas amanah yang diberi oleh masyarakat Aceh. Kemenangan yang Allah anugerahkan hari ini merupakan kemenangan masyarakat, dan ini tidak terlepas dari hasil evaluasi masyarakat selama ini,” ujar Haji Uma menjawab Serambi via pesan Whatsapp (WA), Kamis (25/4).
Haji Uma mengaku tidak membentuk tim pemenangan dalam Pemilu 2019. Hanya ada beberapa orang yang berperan sebagai leason officer (LO) atau penghubung dirinya dengan KIP Aceh dan KIP kabupaten/kota. Selebihnya, Haji Uma dibantu oleh para relawan yang selama ini bertindak sebagai penghubung dirinya dengan masyarakat miskin yang membutuhkan bantuan di sejumlah daerah.
“Maka, saya awalnya pasrah saja dalam mengikuti Pemilu 2019 ini. Saya serahkan semuaya kepada Allah dan masyarakat. Alhamdulillah, hasilnya membuat saya terharu dan bahagia,” ungkap Haji Uma. Haji Uma juga mengaku tidak punya strategi khusus dalam menggaet suara pemilih. “Yang ada hanya kerja dan mengabdi dan tanpa menghirau ke belakang. Saya berusaha agar tidak pernah merasa letih dalam berbuat, serta tabah dengan pujian dan fitnah,” ungkap Haji Uma.
Haji Uma selama ini dikenal luas oleh masyarakat Aceh karena sikap sosialnya yang tinggi. Dia kerap hadir ke rumah orang miskin yang menderita karena sakit, juga membantu pemulangan orang sakit dan jenazah dari luar Aceh maupun luar negeri, terutama dari negeri jiran Malaysia.
Lalu, dari mana Haji Uma mendapatkan uang untuk membiayai itu semua? Sebab diketahui anggota DPD RI tidak dibekali dengan dana aspirasi atau pokok pikiran (pokir). “Dana untuk kebutuhan itu dari gaji saya sebagai anggota DPD. Malah kadang-kadang berutang dulu kepada orang, nanti kalau sudah gajian kita kembalikan,” ujarnya.
Disinggung tentang banyaknya publikasi atas kerjanya, Haji Uma mengatakan bahwa lembaga publik sejatinya memang memberikan informasi kepada publik tentang apa saja yang diperbuat oleh orang yang telah dipilih masyarakat dalam pemilu. “Publik (masyarakat) harus tahu apa yang dilakukan oleh orang yang telah mereka berikan amanah. Ini sebagai tanggung jawab kepada publik, di antaranya lewat media massa dan media sosial. Intinya, kerja harus ikhlas dan tuntas mengawal satu persoalan, tidak setengah jalan,” kata Haji Uma.
Haji Uma pun memastikan dirinya akan selalu hadir dan memperjuangkan kesenjangan dalam masyarakat. “Saya akan bersuara terus dan akan melakukan upaya-upaya yang menegakkan hajat dan untuk tegaknya kewibawaan rakyat, dengan segenap tenaga, kapasitas, dan kemampuan yang saya miliki,” jelasnya.
Abu Yusniar berharap ke depan semua pihak di Aceh harus bersenergi untuk tercapai cita-cita bangsa yang makmur, mandiri, dan bersyariah. “Bagi saudara-saudara saya yang belum terpilih dalam Pemilu 2019 ini, janganlah berkecil hati. Mungkin waktu dan kesempatan yang belum tepat dan masih ada waktu ke depan,” kata Haji Uma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/haji-uma-dengan-parang.jpg)