BBPOM Temukan Makanan Berboraks

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan mi kuning yang diduga mengandung bahan

BBPOM Temukan Makanan Berboraks
SERAMBINEWS.COM/RAHMAD WIGUNA
Sekda Aceh Tamang, Basyaruddin dan Kasi Inspeksi BBPOM di Bamda Aceh Suryani Fauzi SKM MSi bersama Kasatpol PP dan Kadis Kesehatan Aceh Tamiang memperlihatkan sampel makanan yang mengandung boraks 

* Hasil Sidak Takjil di Langsa dan Calang

LANGSA - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh menemukan mi kuning yang diduga mengandung bahan berbahaya jenis boraks di kawasan pusat penjualan makanan berbuka (takjil) di Pasar Langsa. Sedangkan di Calang, Aceh Jaya, makanan yang terungkap mengandung boraks adalah kerupuk tempe.

Temuan itu terungkap saat BBPOM Banda Aceh bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menegah (Disperindagkop dan UKM) Langsa, Kamis (16/5) sore melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi penjualan takjil di pusat Pasar Kota Langsa.

Kepala Seksi Inspeksi BBPOM Banda Aceh, Suryani Fauzi SKM MSi menyebutkan, sebanyak 35 jenis makanan dan minuman dijadikan sampel di Pasar Langsa. Setelah diperiksa, terdapat sepuluh sampel yang diduga mengandung boraks. “Di antaranya delapan mi kuning, satu kerupuk tempe, dan satu air abu asal produksi Kota Medan,” sebutnya.

Suryani menambahkan, BBPOM juga telah mengecek sepuluh tempat usaha pengolahan mi kuning di Langsa dan menemukan sembilan tempat pengolahan mi menggunakan bahan aktif berbahaya, yakni boraks.

Suryani menjelaskan, boraks merupakan zat kimia yang biasanya digunakan sebagai pupuk septik untuk tanaman. Apabila dikonsumsi oleh manusia maupun hewan maka sangat berbahaya karena dapat memicu terjadinya penyakit kanker dan merusak organ-organ tubuh.

Sebagai tindak lanjut dari temuan itu, semua pangan jajanan yang sampelnya telah diambil di Pasar Langsa akan diuji konfirmasi di laboratorium POM. Untuk itu, semua sampel harus dibawa pihak BBPOM ke Banda Aceh.

Kemudian, hasil uji lab POM terhadap makanan itu akan diberitahukan kepada instansi terkait di Kota Langsa dan pemko setempat yang diharapkan akan mengambil tindakan sebagai tindak lanjut dengan tujuan agar masyarakat terlindungi dari boraks.

Suryani menyebutkan, sidak makanan takjil itu dilakukan dalam rangka melindungi masyarakat dari makanan atau minuman yang tidak memenuhi syarat dan mengandung bahan berbahaya. Oleh karenanya, BBPOM Aceh selama bulan Ramadhana ini giat melakukan pengambilan sampel dan pengujian terhadap jajanan berbuka puasa di seluruh kabupaten/kota yang ada di Aceh.

Kadis Perindagkop dan UKM Kota Langsa, Drs Zulhadisyah MSP yang ikut dalam sidak itu menyampaikan, sidak takjil yang dilakukan BBPOM Banda Aceh ke Kota Langsa sangat baik demi menjaga atau mengantisipasi dan melindungi warga dari pangan jajanan berbuka yang menggunakan bahan berbahaya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved