Tangisan Pilu Saidina, Bocah Penderita Tumor Ganas di Subulussalam
"Sejak kondisinya seperti itu darah sering keluar dari matanya. Setiap saat dia merintih kesakitan sehingga kami harus jaga siang malam nonstop,"
Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
Tangisan Pilu Saidina, Bocah Penderita Tumor Ganas di Subulussalam
Laporan Khalidin | Subulussalam
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Keceriaan Saidina Zikirillah, bocah laki-laki berusia 1,6 tahun, asal Desa Sigrun, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam sudah sirna setelah lehernya digerogoti tumor ganas hingga berimbas mengenai bagian dagu dan tengkuk.
Hampir genap 15 bulan penyakit tumor ganas menggerogoti leher bocah malang yang kini hanya dirawat seadanya di rumah sang nenek Desa Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat.
Kisah miris bocah Saidina ini diungkap Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kota Subulussalam Edisaputra Bako saat berkunjung ke Sultan Daulat, Kamis (11/7/2019).
Baca: Masuk ke Pemukiman, Harimau Mangsa Monyet Peliharaan Warga
Putra pertama pasangan Junaidi dengan Mulyati ini harus meringis kesakitan setiap penyakit yang menggelayut di lehernya kambuh.
Sang bocah yang sejatinya sedang ceria dan smart merangkak kini hanya banyak berdiam karena sakitnya saban waktu menimbulkan sakit.
Menurut Edi, seperti penuturan sang ibu, Saidina terlihat segar bugar disaat penyakitnya tidak kambuh.
Namun, kala penyakit itu mulai kambuh, Saidini pun hanya tergeletak dan tidak mau makan dan minum.
Bahkan, lanjut Edi dalam kondisi kambuh ini mulut Saidina mengeluarkan darah dan ada bintik bulat di lidahnya.
Baca: Ini Data Lengkap Kerusakan Akibat Puting Beliung di Aceh Utara
Edi menambahkan, dari keterangan orang tua Saidina, bocah malang ini diketahui mengidap penyakit bagian leher saat berusia tiga minggu.
Saat itu, keluarga melihat ada benjolan di leher Saidina.
Namun keluarga belum begitu mengerti penyakit yang mendera sang anak.
Seiring bertambahnya usia Saidina, lehernya juga ikut membesar.
"Kalau kita tekan tidak keras. Seperti balon diisi air di lehernya," kata Mulyati sebagaimana dituturkan Edi didampingi Kaya Alim, sekretaris YARA.
Baca: FOTO-FOTO: Sampah Plastik Penuhi Sungai Lampaseh Kota Banda Aceh