Selamat Tinggal Parabola Besar
Antena parabola, harus diakui, sangat ‘berjasa’ bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kosong alias blank spot.
Di sisi lain, Ku-band beroperasi dengan antena kecil dan peralatan penerima lebih murah, sementara harga frekwensinya lebih mahal dari C Band. Makanya, Ku-band banyak digunakan oleh lembaga komersial yang menerapkan biaya berlangganan kepada konsumennya dan tidak membebani konsumennya tersebut dengan biaya pembelian antena dan sistem penerima yang mahal.
Secara ringkas, keuntungan keuntungan C-band adalah lebih tahan terhadap gangguan akibat hujan lebat dan biaya frekwensi yang lebih murah. Sedangkan kekurangannya adalah membutuhkan antena parabola yang lebih besar, perangkat penerima yang lebih mahal dan kemungkinan interferensi dari sistem gelombang mikro.
Sementara salah satu kelebihan Ku-band adalah tidak terganggu oleh sistem gelombang mikro, plus menggunakan antena dan sistem penerima yang lebih praktis dan murah.
Kekurangannya adalah biaya frekwensinya lebih mahal dan sensitif terhadap
hujan deras. Namun pengalaman menunjukkan, gangguan akibat cuaca itu hanya berlangsung pada saat-saat awal saja, setelah hujan berlangsung biasanya penerimaan sinyal kembali stabil.
Tapi kalau mau lebih praktis, penerimaan sinyal C-Band dan Ku-band sebenarnya bisa menggunakan satu parabola saja. Untuk ini hanya deperlukan sebuah alat semacam decoder yang bernama LNBF dual C&Ku. Dan alat inilah yang kabarnya akan dipakai oleh Orang TV.
* Penulis adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung.