Rapat Soal Aceh Alot
Fatimah menyebutkan, “Saat ini kita sedang berkejaran dengan waktu, kita minta pemerintah secepatnya mengambil keputusan
BANDA ACEH - Ketua DPRA, Drs H Hasbi Abdullah mengatakaan, pihaknya sangat berharap KPU/KIP bersama Bawaslu/Panwas bersikap arif dan bijak dengan membuka ruang pendaftaran lagi selama dua atau tiga hari bagi partai yang belum mendaftarkan calonnya untuk Pilkada Aceh.
“Harapan ini kami sampaikan dengan maksud supaya semua partai politik yang ada bisa berpartisipasi aktif agar pelaksanaan Pilkada Aceh bisa berjalan lebih berkualitas, aman, damai, jujur, dan demokratis tanpa ada kekerasan,” kata Hasbi kepada Serambi, Senin (9/1) sore.
Menurut Hasbi, ruang untuk parpol mendaftarkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerahnya ke KIP tetap saja ada jika KPU, Bawaslu, KIP, dan Panwas menginginkan Pilkada Aceh berjalan damai, aman, demokratis, dan tanpa kekerasan.
“Dengan dibukanya kembali pendaftaran, bisa memberikan ketenangan bagi simpatisan partai yang belum mendaftar, sehingga ia tidak kecewa pada hari pencoblosan nanti,” kata Ketua DPRA.
Hasbi menandaskan, “Kalaupun calonnya belum beruntung memenangi pilkada, tetapi mereka sudah puas karena sudah ikut bertanding secara sportif. Untuk itu, demi perdamaian dan kedamaian Aceh, kami mohon KPU, Bawaslu, KIP, dan Panwas memberikan ruang sedikit lagi bagi parpol.”(her)
Insiden Aceh
Terkait Pilkada
JAKARTA - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menpolhukam) Djoko Suyanto menilai beberapa insiden penambakkan yang terjadi di Aceh beberapa hari terakhir terkait dengan pilkada di provinsi tersebut yang dijadwalkan Februari 2012.
“Kalau kemarin-kemarin kita melihat itu seolah-olah berdiri sendiri tidak ada kaitannya dengan pilkada tetapi dengan adanya tindak kekerasan yang terus berlangsung, kemudian perobohan tiang listrik, ini kan mengingatkan kita kembali pada masa-masa konflik yang lalu,” ujarnya, di Jakarta, Senin.
Menurut Djoko, saat ini aparat kepolisian sedang bergerak menyelidiki berbagai peristiwa penembakan di Aceh yang mengarah ke warga pendatang. “Yang jelas kita sangat prihatin dengan tindak kekerasan di Aceh. Sehingga itu harus ditangani dengan baik,” ujarnya. Djoko menambahkan, pihaknya belum mengetahui apakah ini merupakan kejahatan yang terorganisir atau tidak. “Nanti akan diadakan rapat khusus,” katanya.(*/ant)
Priyo: Persoalan
Aceh Sangat Serius
JAKARTA - Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh dan Papua DPR RI, Priyo Budi Santoso, Rabu (11/1) menjadwalkan pemanggilan Menkopolhukam, KPU, KIP, Bawaslu, dan lembaga terkait lainnya untuk membahas perkembangan politik di Aceh.
“Persoalan Aceh sangat serius karena itu harus ada solusi. Nyawa manusia lebih penting dari segala-galanya,” kata Priyo di Jakarta, Senin kemarin.
Informasi lain yang diperoleh Serambi, dalam pertemuan di Senayan, Rabu besok, Ketua Tim Pemantau Otsus Aceh dan Papua DPR RI juga memanggil Mendagri, Kapolri, dan Kepala BIN. Tim akan meminta penjelasan terkait beberapa peristiwa penembakan dan gangguan keamanan di Aceh jelang pilkada. “Juga (soal) dirobohkannya tower listrik,” kata Priyo yang juga Wakil Ketua DPR RI.
Priyo juga menandaskan, “Kami menginginkan agar pemerintah menjamin kepastian rasa aman dan kenyamanan masyarakat Aceh. Jangan hanya gara-gara pemilukada dalam pemilihan gubernur dan bupati/wali kota se-Aceh kemudian kita pertaruhkan hal yang lebih besar yaitu kedamaian Aceh yang dengan susah payah telah kita bangun,” demikian Priyo.(fik)