Jumat, 29 Mei 2026

SDN 1 Jeuram, Nagan Raya

Sekolah Peninggalan Belanda yang Berstandar Nasional

SEKOLAH Dasar Negeri 1 Jeuram, Kecamatan Seunagan, boleh jadi satu-satunya peninggalan zaman Belanda

Tayang:
Editor: hasyim
zoom-inlihat foto Sekolah Peninggalan Belanda yang Berstandar Nasional
Murid di SDN 1 Jeuram, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya belajar di ruang kelas, Rabu (15/2).SERAMBI/DEDI ISKANDAR
SEKOLAH Dasar Negeri 1 Jeuram, Kecamatan Seunagan, boleh jadi satu-satunya peninggalan zaman Belanda yang masih membekas di Kabupaten Nagan Raya. Sekolah yang didirikan pada tahun 1920 silam yang telah meluluskan puluhan ribu alumni tersebut kini berkembang pesat. Bahkan telah menjadi Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) dengan predikat Akreditasi A (Sangat Baik) sejak tahun 2009 lalu.

Di usianya yang mendekati 100 tahun ini, sekolah yang memiliki nilai sejarah dalam masa perjuangan kemerdekaan itu terus berbenah dengan segala konsep dan program guna meningkatkan mutu pendidikan. Kabarnya, selangkah lagi sekolah dasar favorit di Nagan Raya itu akan menjadi sekolah dasar bertaraf internasional.

“Kami mulai menerapkan pola bahasa Inggris serta sejumlah pelajaran yang sesuai dengan standar nasional untuk meraih predikat sekolah bertaraf internasional. Insya Allah dengan dukungan dan doa semua pihak, maka hal ini akan mudah terwujud,” kata Kepala SDN 1 Jeuram, Yusmawi SPd kepada Serambi, Kamis (16/2).

Menurutnya, sekolah yang dulunya hanya memiliki enam ruang belajar itu kini telah bertambah menjadi 12 ruang. Sehingga setiap kelas terdiri dari dua ruang, A dan B, yang didukung oleh sejumlah tenaga pengajar yang ahli di bidang masing-masing.

Dalam setiap ujian akhir nasional, anak didik di lembaga pendidikan dasar ini senantiasa lulus 100 persen. “Dalam menjawab sejumlah pelajaran yang diuji secara nasional, beberapa siswa bahkan bisa menjawabnya 100 persen. Ini, suatu nilai yang sangat fantastis,” kata Yusmawi.

Tak hanya itu, selain telah melahirkan sejumlah pejabat teras baik di tingkat provinsi maupun kabupaten, tidak sedikit pula alumni sekolah ini menjadi akademisi, politikus, jurnalis, serta berbagai profesi lainnya.(dedi iskandar)

data sekolah
* Berdiri tahun 1920
* Ruang belajar 12 kelas
* Guru dan pegawai administrasi 15 orang
* Mrid 338 orang
* Status Akreditasi (A) sejak 28 Oktober 2009
* Lulusan UN setiap thun 100 persen

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved