Selasa, 2 Juni 2026

Perang Iran vs AS

Iran Murka! Serangan Udara AS di Hormuz Disebut Langgar Berat Gencatan Senjata

Iran mengecam keras serangan udara terbaru Amerika Serikat di wilayah selatan negaranya dan menyebut aksi tersebut sebagai

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nur Nihayati
WIKIMEDIA COMMONS
TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dalam pidato kenegaraan State of the Union, Selasa (24/2/2026) 

Iran Murka! Serangan Udara AS di Hormuz Disebut Langgar Berat Gencatan Senjata

SERAMBINEWS.COM Iran mengecam keras serangan udara terbaru Amerika Serikat di wilayah selatan negaranya dan menyebut aksi tersebut sebagai “pelanggaran berat” terhadap gencatan senjata yang selama ini masih berlangsung.

Dikutip Serambinews.com melalui BBC News, Selasa (27/5/2026), serangan itu terjadi di wilayah Hormozgan yang berada di dekat Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia yang selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat ketegangan global.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya melakukan apa yang disebut sebagai “serangan pertahanan diri” terhadap situs rudal serta kapal Iran yang dituding mencoba memasang ranjau di sekitar perairan strategis tersebut.

Namun, serangan terbaru ini langsung memicu kemarahan Teheran karena dilakukan di tengah proses negosiasi untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka jalan menuju perdamaian permanen.

Baca juga: Perang Memanas, Serangan AS di Hormozgan Picu Kemarahan Iran, Negosiasi Damai Terancam Gagal

Iran Sebut AS Lakukan Tindakan Agresif

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa Washington harus bertanggung jawab atas seluruh konsekuensi dari serangan tersebut.

Pemerintah Iran menyebut tindakan militer AS sebagai aksi agresif yang tidak memiliki alasan yang dapat dibenarkan.

“Tanpa ragu, Republik Islam Iran tidak akan membiarkan kejahatan apa pun tanpa balasan dan tidak akan ragu untuk membela bangsa Iran,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran.

Serangan AS dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Abbas, kota pelabuhan utama Iran yang menjadi lokasi pangkalan angkatan laut penting di Selat Hormuz.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan suara ledakan keras terdengar di kawasan tersebut sebelum akhirnya pejabat setempat melakukan penyelidikan.

Tak lama setelah itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh sebuah drone militer Amerika Serikat.

IRGC juga mengaku menyerang sebuah jet tempur asing yang memasuki wilayah udara Iran, meski tidak dijelaskan lebih rinci kapan insiden tersebut terjadi.

Baca juga: Update Hari ke-88 Perang Iran: AS Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Berlanjut di Qatar

Gencatan Senjata Terancam Gagal

Konflik antara AS, Israel, dan Iran sebenarnya sempat mereda setelah gencatan senjata dimulai pada 8 April 2026.

Kesepakatan itu berhasil menghentikan sebagian besar pertempuran besar yang sebelumnya berlangsung sejak akhir Februari.

Namun, serangan terbaru AS kini memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata dapat runtuh sewaktu-waktu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved