Rabu, 29 April 2026

Citizen Reporter

Penjara Wanita Kajang

"DATANG seribu kekesalan, pulang penuh dengan keinsafan," begitulah kata-kata yang terpampang di pintu utama Penjara Wanita Kajang

Tayang:
Editor: bakri
zoom-inlihat foto Penjara Wanita Kajang
Penjara wanita di Kajang, Malaysia
Oleh Nazaruddin Ali Basyah, Dosen FKIP Unsyiah/Mahasiswa Program Doktoral bidang Pendidikan Ekonomi dan Bisnis, Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), melaporkan dari Selangor, Malaysia.

“DATANG seribu kekesalan, pulang penuh dengan keinsafan,” begitulah kata-kata yang terpampang di pintu utama Penjara Wanita Kajang, di Selangor, Malaysia. Sebanyak 16 mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Siswazah (Senat Mahasiswa Pasca Sarjana) Fakulti Pendidikan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Kamis (8/3) lalu, melakukan “Lawatan Kasih di Sebalik Tirai Besi” (kunjungan sosial) ke penjara ini.

Di depan penjara kami langsung disambut oleh staf dan pegawai keselamatan penjara dengan ramah mesra dan penuh senyuman. Selepas itu, kami langsung diminta untuk tidak membawa masuk tas, HP, kamera dan dompet kecuali duit 10 ringgit saja yang dibenarkan masuk dan satu persatu dilakukan pemeriksaan badan seperti di bandara. Setelah itu kami terus dibawa oleh staf untuk melihat ruangan dan banduan (tahanan).

Pertama sekali kami dibawa pada ruangan taska yaitu ruang tempat belajar dan bermain anak daripada banduan wanita. Di sampingnya ada klinik untuk banduan yang sakit termasuk dokter selalu berada di tempat itu. Ruangan tahanan yang terlihat rapi dan bersih membuat banduan lebih teratur dan disiplin. Seterusnya kami dibawa untuk melihat pusat pembelajaran dan kemahiran hidup (life skill) para banduan, di tempat tersebut para banduan belajar dan bekerja. Apabila suatu saat mereka keluar dari penjara mereka sudah bisa mandiri dan mempunyai kemahiran hidup.

Selama mereka di sana para banduan ini sudah bisa menghasilkan beberapa produk di antaranya tempahan menjahit, kain batik, pakaian, bunga untuk hantaran perkawinan, makanan kue kek, songket, tenun Pahang Diraja, kraf tangan dan lain sebagainya. Barang tersebut dijual untuk umum, di situ tersedia tempat pameran dan kedai untuk menjual barang-barang hasil kerja para banduan ini. Hebatnya lagi semua produk ini boleh ditempah dan dibeli secara online.

Kebanyakan banduan selepas keluar dari Penjara Kajang dan kembali ke tengah masyarakat, mereka berjaya dan sukses. Di antaranya ada yang menjadi penceramah TC di AADK Persada Sungai Besi, Ketua Eksekutif Syarikat Zellmas Group, Banduanita Berjaya, menjadi Pemilik Kedai Emas, Penceramah Motivasi Belia, Penternak Berjaya dan bahkan ada yang menjadi Pemilik kedai batik.

Penjara Malaysia adalah institusi terakhir dalam pelaksanaan Criminal Justice System dan bertanggung jawab kepada Kementerian Keselamatan Dalam Negeri, dan berkhidmat kepada masyarakat dengan menahan mereka yang dihukum oleh Mahkamah. Tugas Penjara Malaysia yaitu mengawal mereka dengan penuh perasaan perikemanusiaan dan membantu mereka menjalani kehidupan yang berfaedah serta mematuhi undang-undang semasa dalam tahanan dan selepas dibebaskan.

Begitulah sekelumit kisah lawatan ke penjara wanita kajang semoga dapat mejadi motivasi untuk kita bersama dan sudah sepantasnya kita bersyukur pada Allah SWT, karena kita masih diberi kebebasan dan boleh pergi kemana saja kita suka, tidak seperti mereka dalam penjara, siang dan malam sama saja tidak ada perbedaan, hanya menanti terkuaknya kasih di sebalik tirai besi.

* Jika Anda punya informasi menarik, kirimkan naskah dan fotonya serta identitas bersama foto Anda ke: redaksi@serambinews.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved