Minggu, 12 April 2026

173 Jiwa Korban Banjir Tangse Masih di Tenda

Hingga kini sebanyak 173 jiwa (45 KK) korban banjir Gampong Blang Malo, dan Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, masih tinggal di tenda

Editor: bakri
SIGLI - Hingga kini sebanyak 173 jiwa (45 KK) korban banjir Gampong Blang Malo, dan Kebun Nilam, Kecamatan Tangse, masih tinggal di tenda. Sedangkan rumah mereka telah rusak akibat dihantam banjir pada Sabtu (25/2) lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie, Apriadi SSos kepada Serambi, Selasa (13/3) menyebutkan, seluruhnya pengungsi Tangse adalah 230 jiwa (60 KK). Mereka berada di lima desa Blang Malo, Kebun Nilam, Pulo Kawa, Pulo Seunong dan Ulee Gunong.

“Cuma dua titik masih tinggal di tenda di Blang Malo dan Kebun Nilam. Sedangkan selebihnya tinggal di rumah keluarga di desa setempat yang rumahnya tidak hancur,” katanya.

Menurut Apriadi, hingga kini lintas Beureunun ke Tangse sudah lancar dilalui kendaraan roda empat. “Setelah selesai pemasangan jembatan Bailey arus lalu-lintaspun semakin ramai kembali seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengimbau supaya masyarakat waspada di ruas jalan antara Blang Malo, Kebun Nilam hingga Ulee Gunong. Sebab jalur pinggiran tebing sungai belum dipasang bronjong sehingga ruas jalan dikhawatirkan rentan terjadi longsor.

“Sebaiknya pengendara kendaraan roda empat khususnya lebih memilih jalan di sisi kiri perbukitan karena pinggiran sungai rawan longsor apalagi musim hujan,”tutur Apriadi didampingi Kabid Rehab Rekon, T Makhriza ST.

Di sisi lain Apriadi menjelaskan, sebanyak 137 KK korban banjir Tangse jilid satu yang terjadi pada Kamis 10 Maret 2011 akan dibangun rumah tipe 34 plus dari dana Otsus 2012 dengan total Rp 10,1 miliar. “Rumah tipe 34 plus ini akan ditender awal bulan depan, diharapkan pada bulan Mei 2012 sudah dikerjakan di lokasi bekas pertapakan rumah korban tersebut,” katanya.

Disebutkan, sebelumnya tim BPBD bersama unsur muspika, BMCK, Bappeda, Dinas Sosial dan BPN Pidie sudan turun ke lokasi ke korban penerima rumah. “Tiap rumah hilang akan dibangun satu rumah, tidak ditampung pemilik KK gantung atau anaknya yang sudah berumahtangga tinggal serumah dengan ibunya. Yang dihitung rumahnya,” tuturnya.

Selanjutnya, untuk korban banjir jilid dua yang rumah hilang tercatat 28 unit. Rumah rusak berat 16 unit dan 17 rusak ringan. “Hingga kini direncanakan untuk korban rumah hilang akan diberikan hunian berkembang ukuran 6 x 6 meter persegi,” katanya.

Namun, sebut Apriadi, direncanakan untuk 28 korban rumah hilang ini akan diberi dalam bentuk uang Rp 25 juta per KK. “Tapi ini semua masih menunggu persetujuan dari BNPB pusat karena kami akan membicarakan kembali rencana ini,” terang Apriadi.(aya)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved