Gempa Aceh

Aceh Berguncang

Hampir seluruh wilayah Aceh, Rabu sore kemarin diguncang gempa berkekuatan 8,5 dan 8,1 SR yang diikuti setidaknya 16 kali

Editor: bakri
Aceh Berguncang - 120412foto.2_.jpg
Warga berhamburan ke luar rumah saat gempa mengguncang Simeulue, Rabu (11/4). SERAMBI/SARI MULIYASNO
Aceh Berguncang - 120412foto.3_.jpg
Seorang ibu memeluk anaknya di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Rabu (11/4). SERAMBI/BEDU SAINI
Aceh Berguncang - 120412foto.4_.jpg
Pasien RSUD Abdya dilarikan ke luar, Rabu (4/11). SERAMBI/ZAINUN
Aceh Berguncang - 120412foto.5_.jpg
Warga menyelamatkan diri di Gunung Carak, Desa Sentosa, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Rabu (11/4).SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Aceh Berguncang - 120412foto.10_.jpg
Dua pasien rumah sakit jiwa Banda Aceh panik saat gempa berkekuatan 8,5 SR mengguncang kawasan Kota Banda Aceh, Rabu (11/4). SERAMBI/BUDI FATRIA

Di Meulaboh, Aceh Barat, polisi mengungsikan seluruh tahanan dari sel mapolres ke tempat yang lebih aman. “Langkah ini guna menghindari kemungkinan tsunami,” ujar seorang anggota Polres ketika mengevakuasi menggunakan sejumlah mobil ke arah Lapang menjawab Serambi, petang kemarin.

Warga Tapaktuan, Aceh Selatan yang mendiami lekuk pantai hingga Rabu (11/4) malam tadi masih bertahan di lokasi pengungsian di Dusun Lubuk, Desa Gampong Hulu, dan sejumlah kawasan pegunungan lainnya.

Sedangkan di Singkil, pascagempa susulan, Rabu (11/4) petang, ribuan warga yang tinggal di pinggir pantai Kecamatan Singkil dan Singkil Utara, eksodus ke Gunung Meriah. Sementara penduduk Pulau Banyak, lari ke dataran tinggi. Apalagi air laut di Pulau Banyak dilaporkan sempat surut.

Utara-timur
Di Bireuen, hingga 20.00 WIB tadi malam, ratusan warga dari Desa Ujong Blang dan Kuala Raja, Kecamatan Kuala mengungsi ke kantor camat setempat. Sedangkan di Samalanga warga dari Desa Pante Rheng, Sangso, Keude Aceh, dan sekitarnya mengungsi ke kantor Camat Samalanga dan Simpang Matang, Samalanga.

Kepanikan juga melanda masyarakat Aceh Tamiang. Hingga menjelang magrib kemarin, warga Kuala Simpang (ibu kota Aceh Tamiang), masih ada yang bertahan di lokasi-lokasi aman.

Di Kota Langsa, kepanikan semakin menjadi-jadi ketika ada isu air laut mulai naik ke pesisir Gampong Kuala Langsa, Kecamatan Langsa Barat.

Mengungsi
Ratusan warga Kecamatan Muara Batu, Krueng Mane, Aceh Utara hingga tadi malam mengungsi ke masjid karena takut gempa susulan. “Ada 200-an warga dari Desa Keude Mane, Tanoh Anoe, Pante Gurah, dan Mane Tunong masih bertahan di lokasi pengungsian,” lapor relawan RAPI Kota Lhokseumawe, JZ01KIG.

Sedangkan di Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, terjadi pengungsian warga dari tiga desa, yaitu warga Lhok Rambideng, Ulee Matang, dan Paya Dua Uram. Sampai pukul 23.00 WIB tadi malam, sekitar 190 warga dari tiga desa itu masih bertahan, di antaranya di Kantor Partai Aceh (PA),

Pengungsian massal juga terjadi di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie. Warga mengungsi ke kantor camat, pusat pasar Luengputu, serta masjid di Kecamatan Glumpang Baro.

Camat Kembang Tanjong, Syarbaini mengatakan, warga yang mengungsi berasal dari Gampong Ie Leube, Pasi Lhok, Jeumerang, dan Gampong Pusong.

Panik gempa dan isu tsunami juga melanda warga Kota Lhokseumawe. Masyarakat pesisir pantai meninggalkan Kota Lhokseumawe. Akibatnya, jalur ke luar dari pusat kota macet total.

Di Kabupaten Pidie Jaya, warga pesisir berlarian ke lokasi-lokasi yang mereka rasakan aman. Hingga pukul 21.00 WIB tadi malam banyak warga Pidie Jaya, terutama dari Kecamatan Meureudu (wilayah pesisir) masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian yang jauh dari pinggiran pantai. Keresahan semakin betambah karena sejak pukul 20.00 WIB wilayah tersebut diguyur hujan lebat. (jal/sal/gun/ib/c38/yus/md/nun/naz/tz/riz/c39/c48/c42/c46/bah/ag)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved