Berikan Aku Ramadhan
Berikan aku Ramadhan ini pinta ikhlasku pada-Mu
Berikan aku Ramadhan
ini pinta ikhlasku pada-Mu
berikan yang cantik jelita
yang kulitnya mulus
yang santun berbudi
yang tak ada sedikit pun
cacat celanya
Berikan Ramadhan
yang hatinya bersih
yang tak suka fitnah
yang cinta padaku
yang selalu setia menegurku
Berikanlah aku
Ramadhan yang miskin
yang tak banyak meminta
karena aku sendiri
amat miskin
tak mampu memberikan
banyak pinta
Berikan aku Ramadhan
yang terang hatinya
bisa melafadzkan nama-Mu
yang bisa mengeja cinta-Mu
Berikan aku Ramadhan
yang bersih terang telinganya
cukup sekali dipanggil nama-Mu
tak perlu berulang-ulang
karena amat banyak butuh waktu
Berikan aku Ramadhan
yang tangan kakinya seimbang
anggun berjalan
bisa mengayunkan langkah
dan tangan melenggang
dari terminal awal
sampai terminal terminal berikutnya
Berikan aku Ramadhan
Ramadhan yang kekasih
Ramadhan yang asih
dengan itu dalam ranjang sempit pun
aku bisa tidur berdua
Berikan aku Ramadhan
Ramadhan yang tahan uji
tak gampang sakit
yang tahan kantuk
tak gampang tidur
aku butuh bercakap-cakap
lama-lama
Berikan aku Ramadhan
kekasih selalu setia
berjalan tangan bergandeng
menuju masa depan
yang pasti menunggu
Banda Aceh, 19 November 2000
Nurdin F Joes, penyair Aceh kelahiran Sigli, 4 Januari 1963. Sekarang menjabat Kepala Bidang Perizinan pada Badan Investasi dan Promosi Aceh. Dengan puisi Weep for The Children of the Land (Menangislah untuk Anak-anak Negeri) dia memenangkan Lomba Cipta Puisi untuk Kemerdekaan Namibia (Toward Namibian Independence) dilaksanakan Kantor Penerangan PBB, Jakarta 1987. Buku puisinya yang telah terbit: Surat dari Belantara (1988), Sengketa (1990), dan Langkah Ketiga (1994).