3 Provit Akan Aktif Lagi
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berjanji akan mengaktifkan kembali PT Arun, PT Kertas Kraft Aceh (KKA)
Ada Protes dari Tetangga
SAAT bicara tanpa teks di Universitas Almuslim (Unimus) Peusangan, Kabupaten Bireuen, Sabtu (1/9) kemarin, Dahlan Iskan buka kartu tentang adanya nada protes manakala PT Arun NGL Co akan dihidupkan kembali dengan mengalihkan fungsinya menjadi terminal elpiji untuk Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).
Nada protes itu, seperti diungkapkan Dahlan Iskan, berasal dari provinsi tetangga Aceh sendiri, yakni Sumut. Hal itu tercermin dari pernyataan Dahlan berikut ini, “Kepastian untuk menghidupkan kembali ketiga pabrik tersebut (PT Arun, KKA, dan PIM -red) sudah final, walaupun ada nada-nada protes dari provinsi tetangga, khususnya tentang terminal LNG Arun.”
Sebagaimana kerap diberitakan, memang sudah lama diwacanakan bahwa PT Arun yang kini sekarat akan dialihfungsikan sebagai terminal elpiji yang wilayah distribusinya mengcakup Aceh dan Sumut.
Diskenariokan bahwa untuk memenuhi kebutuhan Aceh dan Sumut akan elpiji, gas dari Arun juga akan dialirkan ke Sumut melalui jaringan pipa yang dibangun menghubungkan Arun-Belawan.
Nilai ivestasi untuk receiving terminal Arun itu mencapai 116 juta US dolar, belum termasuk biaya untuk pembangunan pipa ke Belawan. Demikian pernah diungkapkan Teuku Riefky, politisi Partai Demokrat yang pernah menjadi Ketua Komisi VII DPR RI kepada Serambi.
Menurut Riefky, receiving terminal Arun ditargetkan selesai tahun 2013 dan akan menjamin pasokan gas untuk PT AAF, PIM, dan KKA. Dengan demikian, bakal memberikan kesempatan kerja bagi 4.000 rakyat Aceh. Di sisi lain, roda perekonomian pun diprediksi akan berjalan dengan baik dan gejolak sosial dapat dihindari.
Melihat luhur dan besarnya manfaat terminal elpiji ini bagi Aceh, mestinya provinsi tetangga yang tercinta, Sumatera Utara, tak perlulah protes, sebagaimana diungkapkan Dahlan Iskan. Toh bukankah hanya dalam urusan elpiji semata Aceh yang menjadi pemegang kendali atas Sumut? Sedangkan untuk berbagai komoditas lainnya, Sumut tetap pemegang kendali atas Aceh. (dik/yus/fik)