MPU Ungkap Ajaran Aneh
Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Nagan Raya dalam sepekan terakhir berhasil mengungkap adanya indikasi pendangkalan akidah
Sebuah Buku Bertulisan Aneh
Di halaman dalam buku Agenda Manshurin yang kini diamankan MPU Nagan Raya itu, tertera lambang dan logo serta bahasa yang huruf-hurufnya terkesan aneh. Mirip bahasa Ibrani, tapi lebih dekat ke bahasa Yahudi. Sekilas juga mirip huruf-huruf dalam bahasa Korea. Tulisan yang belum diketahui apa maknanya itu dicetak berwarna biru.
Tapi karena belum bisa dipastikan huruf dan bahasa apa yang berada di beberapa lembar buku itu, hingga tadi malam MPU setempat sedang berusaha mencari tahu huruf apa gerangan dan bahasa apa yang dinukilkan di dalam buku Agenda Manshurin itu. “Kita harapkan dalam waktu dekat bisa terjawab misteri tulisan di dalam beberapa lembar buku yang mayoritasnya berbahasa Indonesia ini,” kata Ketua MPU Nagan Raya, Tgk M Khalid Al Yoemla SPdI.
Tgk M Khalid menduga banyak rahasia yang belum terungkap dari buku yang sebagian kecil materinya ditulis dalam bahasa Arab ini. “Mudahan-mudahanlah ada orang kita yang mampu mengungkapnya,” kata Tgk M Khalid. (edi)
karakteristik buku manshurin
* Judul: Agenda Manshurin * Tebal: 105 halaman * Tanpa nama penerbit, tahun terbit, juga tanpa nama pengarang/penyusun * Dalam salah satu babnya disebutkan jumlah rasul yang wajib diketahui umat Islam 27 orang (bukan 25) * Dua nama rasul yang ditambahkan adalah Syits dan Samuel. Masing-masing hidup pada 5622 hingga 4710 SM dan tahun 1110 hingga 1015 SM.
tanggapan ldii
Tak Ada Kaitan dengan Kami
Pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Zamzami yang dikonfirmasi Serambi kemarin siang mengaku sama sekali tak ada kaitannya buku yang diajarkan kepada murid SD Lamie itu dengan organisasi mereka.
Namun, ia mengakui bahwa seorang guru pria yang mengajar materi pelajaran agama Islam berinisial Sy di SD Lamie itu adalah jamaah dari LDII di wilayah itu. “Namun, hal itu sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan LDII,” kata Zamzami.
Ia tambahkan, guru berinisial Sy itu adalah guru yang mengajar di Taman Pendidikan Alquran (TPA), namun apa yang dia ajarkan selama ini sama sekali tak ada hubungannya dengan organisasi LDII. (edi)
tanggapan guru sy
Saya tak Pernah Ajarkan Itu
Sy, oknum guru agama SDN Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya menghubungi Serambi kemarin siang via telepon selular sekitar pukul 14.48 WIB. Dia mengaku, ketika mengajarkan materi agama Islam, sama sekali tidak pernah ia ajarkan materi tentang rasul dengan jumlah 27 orang kepada anak didiknya.
“Yang saya ajarkan hanyalah mengaji dan membaca Quran, tidak pernah saya ajarkan materi seperti apa yang ditemukan pihak MPU Nagan Raya itu,” katanya.
Sy malah mengaku heran dengan persoalan yang kini mencuat, sebab buku yang kini berada di tangan MPU itu tak pernah dia berikan kepada anak didiknya di SD Lamie, Darul Makmur.
Selain merasa tidak pernah membagikan buku tersebut kepada anak didiknya, Sy bahkan mengaku heran dari mana asal-muasal buku tersebut. “Ini perlu ditelusuri dan diklarifikasi, sehingga tidak menimbulkan penafsiran negatif dari masyarakat terhadap saya selaku guru agama Islam,” ujarnya.
Ketika ditantang untuk pembuktian, Sy menegaskan, “Saya siap membuktikan kepada MPU bahwa saya berada di pihak yang benar.” (edi)