Pilkada Aceh Selatan

KPA dan PA Aceh Selatan Demo di Simpang Lima

Belasan pria yang menamakan dirinya anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan simpatisan Partai Aceh (PA) Aceh Selatan menggelar

Editor: bakri
* Tuntut Batalkan Hasil Konvensi

BANDA ACEH - Belasan pria yang menamakan dirinya anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) dan simpatisan Partai Aceh (PA) Aceh Selatan menggelar unjuk rasa di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Senin (29/10) siang. Salah satu tuntutan mereka, meminta DPA PA menggagalkan hasil konvensi yang menetapkan Zirhan sebagai calon bupati Aceh Selatan, sebab konvensi itu dinilai sarat intrik politik yang tidak sehat.

Unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu, hanya berlangsung beberapa menit. Setelah para demonstran menyampaikan semua uneg-unegnya dengan mengusung sejumlah poster dalam aksi itu, belasan orang tersebut akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Di antara sejumlah poster yang mereka usung, ditulis dalam bahasa Aceh, yakni ‘DPW dan DPA-PA hana peuduli deungon aspirasi KPA kalangan ubiet’. Selain itu juga ada yang berbunyi ‘KPA ubiet korban politik KPA-PA Lhok Tapaktuan’ serta ‘Aspirasi anggota KPA hana mampu disahuti, kiban jeut dipeupeunoh keinginan rakyat Aceh’. Massa yang mengakhiri aksinya di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh itu, belakangan berdelegasi ke Meuligoe Gubernur Aceh dan bertemu dengan petinggi KPA/PA Pusat.

Waki Panglima Sagoe Asahan, Yuswar alias Polis kepada Serambi tadi malam mengatakan, pihaknya tetap menolak hasil konvensi calon bupati Aceh Selatan dan menuntut petinggi PA supaya segera mengeluarkan hasil keputusan rapat di Meuligoe Gubernur pada tanggal 24 Oktober 2012.

Menurutnya, hasil keputusan di Meuligoe Gubernur Aceh saat itu langsung diumumkan oleh dr Zaini Abdullah selaku Ketua Majelis Tuha Peut PA. Isinya, antara lain, Zirhan dikembalikan ke posisi sebagai anggota DPRK, karena masih banyak tugas yang harus dia selesaikan.  Selanjutnya, ungkap Yuswar, M Natsir ditetapkan sebagai calon bupati Aceh Selatan dan Zulkifli alias Zulfata sebagai calon wakil bupati Aceh Selatan dari PA.

“Keterangan ini diumumkan di hadapan kami. Maka kami heran mengapa saat SK tentang penetapan calon bupati, masih saja mengusung nama Zirhan? Kalau aspirasi kami ini tidak didengar, maka kami akan melakukan aksi lanjutan yang lebih besar lagi,” tegasnya. (mir/sup)

Mohon Dimengerti
SAMPAI saat ini saya belum bisa memberi komentar apa pun terkait masalah konvensi calon bupati dan calon wakil bupati di Aceh Selatan itu. Soalnya, saya sendiri baru mendarat di Jakarta tadi pukul 21.00 WIB, setelah lawatan ke Malaysia. Jadi, mohon dimengerti.    
* Fakhurrazi, Juru Bicara Partai Aceh. (sup)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved