Menatap Aceh
Pesona Lut Tawar
Danau Lut Tawar (DLT) merupakan salah satu objek wisata yang paling dibanggakan masyarakat di dataran tinggi Gayo
Danau Lut Tawar (DLT) merupakan salah satu objek wisata yang paling dibanggakan masyarakat di dataran tinggi Gayo.
Danau seluas 5.472 hektar ini, dikelilingi sejumlah lokasi objek wisata, yang sebagian besar masih dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat. Beragam hayati hidup di danau ini. Danau dengan panjang maksimal 17 kilometer dan lebar maksimal 4 kilometer, selain memiliki panorama yang indah, juga menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat yang tinggal di seputaran danau tersebut.
Keberadaan danau yang menyimpan beragam jenis ikan, menjadi penopang hidup bagi nelayan yang ada di daerah penghasil kopi itu.
Bahkan ikan depik (Rasbora tawarensis) merupakan jenis ikan endemik yang menjadi khas dari danau itu. Selain depik, ada beberapa jenis ikan lainnya, seperti ikan eyas (Rasbora Tawarensis) kawan (Propuntius tawarensis), mujahir, ikan bawal (ikan emas), nila, peres, serta beragam jenis ikan lainya.
Bukan itu saja, aliran air dari Danau Lut Tawar, dimanfaatkan oleh lima kabupaten. Selain digunakan oleh masyarakat di Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, aliran air dari danau yang mengalir ke daerah aliran sungai (DAS) Pesangan itu, juga menjadi salah satu sumber air untuk beberapa daerah lainnya, seperti Kabupaten Bener Meriah, Bireuen, Aceh Utara, dan Lhokseumawe.
Selain menyajikan keindahan, Danau Lut Tawar juga banyak menyimpan budaya lokal yang menarik untuk digali. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah setempat, dalam mempromosikan potensi danau untuk menarik para wisatawan lokal maupun turis asing. Termasuk dalam tahun 2013 ini, akan digelar Festival Danau Lut Tawar.



