Serambi Kuliner
Dari Warung Kayu Hingga Ruang Ber-AC
AWALNYA, sate matang yang sudah terkenal di nusantara ini hanya ada di Keude Matang Geulumpangdua, Peusangan, Bireuen. Berawal dari gerai kecil
Meski harganya kian melonjak mengikuti perputaran waktu, sate matang tak lantas tergusur dengan kuliner lainnya. Bahkan, makanan ini telah menjadi menu utama Keude Matang.(*)
Pengunjung dari Berbagai Daerah
SEBUAH kota kecil yang terletak di sebelah timur Bireuen, terkenal dengan makanan khasnya Sate Matang. Tak haren jika setiap pengendara melintas di Keude Matang Geulumpangdua, Peusangan, Bireuen, singgah sesaat mencicipi sate matang.
Ditambah keramah-tamahan penduduk dan pelayan warung, gerai sate matang tidak sepi pengunjung. Selain pelintas dari berbagai kabupaten/kota di Aceh, para penikmat sate matang itu juga datang dari Medan dan Jakarta, dan daerah-daerah lainnya di Pulau Sumatera dan Jawa.
Mereka berkunjung bersama keluarga, teman kerja, maupun komunitas tertentu. Ada yang berwisata ke Aceh, ada juga yang bekerja di Serambi Mekah, menyempatkan diri ke kota itu. Bahkan, ada juga yang singgah sesaat seperti distributor barang, konsultan, atau kontraktor, untuk menikmati sate yang sudah terkenal seantero Indonesia.
“Wisatawan asing pun suka dan pernah mikmati makanan khas Keude Matang jika berkunjung ke Bireuen,” ujar M Yasir, pelayan di warung sate matang, sembari melayani sejumlah pelanggan yang menikmati sate di warungnya tersebut.
Warung-warung yang menjual sate di pusat kota Matang ini tak pernah sepi. Beberapa keluarga dan rombongan tampak lahap menikmati sate matang di warung-warung di sana. Mereka ada yang datang dari Banda Aceh dan Lhokseumawe, lalu singgah sesaat untuk menikmati sate matang bersama keluarganya.
Di antara mereka, ada yang berasal dari satu keluarga, berkelompok, maupun komunitas tertentu, seperti pemain klub sepakbola, komunitas sepeda ontel, dan komunitas lainnya.
Selain dari beragam daerah, penikmat sate matang juga berasal dari berbagai golongan usia, pangkat, jabatan, strata atau golongan, suku, agama, dan ras. Siapa pun dilayani di warung sate matang. Anda juga mau menjadi pengunjung berikutnya? Selamat menikmati sate matang.(*)
Festival Sate Matang
DENGAN cita rasanya khas, sate matang menjadi buruan tetamu dari berbagai daerah. Selain lezat, kegurihan sate matang terasa di ujung lidah. “Cita rasa sate matang yang enak dan sedap tetap yang dijual di Keude Matang,” ujar Irfan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Parawisata Bireuen.
Untuk membandingkan rasa, Irfan pernah mencicipi sate matang di beberapa tempat lain. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen berencana menggelar festival sate matang. Di event ini, salah satu rangkaian kegiatannya makan sate matang massal agar bisa masuk Mesuem Rekor Indonesia (Muri).
“Ini untuk melestarikan makan khas kita agar tidak punah, serta sate matang bisa menjadi wisata kuliner,” imbuh Irfan. Yang penting, pertahankan citarasanya yang khas. Selamat menikmati sate matang.(*)