Pencarian Nelayan Hilang Dihentikan
Para nelayan Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, memutuskan menghentikan upaya pencarian rekan mereka
Di pihal lain, Sekretaris SAR Kabupaten Aceh Utara Hasbullah Ali yang dikonfirmasi Serambi Kamis (9/5) mengatakan, pihaknya juga telah menghentikan pencairan pada hari keempat. Menurutnya, biasanya paling lama manusia tenggelam dalam waktu tiga hari.
Diberitakan sebelumnya, boat nelayan Desa Bluka Teubai, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Jumat (3/5) malam, tenggelam sekitar 60 mil dari pinggir pantai Muara Batu, Aceh Utara. Boat berpenumpang dua orang itu tenggelam dihempas ombak setelah sebuah kapal tanker melintas di perairan itu.
Belakangan diketahui boat itu terseret ke perairan Kecamatan Kuala, Kabupaten Bireuen. Akibatnya, nelayan yang membawa boat tersebut, M Ridwan (20) warga Geulumpang Sulu Timu, Dewantara, hilang. Sedangkan temannya, Muhammad Khalidan (40) warga Desa Bluka Teubai, ditemukan nelayan di Kecamatan Kuala, Bireuen dalam kondisi selamat, Sabtu (4/5) sore.
Informasi diterima Serambi Kamis (9/10), upaya pencarian M Ridwan telah dilakukan oleh enam nelayan Desa Bluka Teubai dengan mengunakan dua boat, sejak Minggu (5/4) lalu. “Untuk biaya operasional dikumpulkan secara swadaya. Pencaharian dilakukan di seputaran perairan Muara Batu hingga ke Kuala, namun belum menemukan hasil,” kata Naharuddin, aparat Desa Bluka Teubai, Kamis (9/10).
Menurutnya, setelah Muhammad Khalidan ditemukan, pihaknya telah melaporkan hal ini ke Search And Rescue (SAR) Aceh Utara. Hanya saja, kata dia, pencairan oleh tim SAR Aceh Utara tidak di kawasan perairan hilang dan ditemukannya kedua nelayan itu. “Pencaharian malah dilakukan di kawasan Senuddon. Ini jelas tidak ada arti. Jadi dengan kondisi ini kami menilai SAR kurang serius melakukan pencarian,” tegasnya.(bah)
Masih Dipantau
KAMI juga telah menghentikan pencaharaian. Sebab hingga hari ke empat setelah nelayan itu tenggelam, belum ditemukan. Karena biasanya paling lama manusia tenggelam hanya dua sampai tiga hari. Namun, kita masih memantau ke perairan Pidie Jaya, Bireuen, dan juga Aceh Timur. Sedangkan sebelumnya kita mencari ke kawasan Seunuddon, bukan di Muara Batu dan sekitarnya karena tidak ada tanda-tanda di kawasan itu.
* Hasbullah Ali, Sekretaris SAR Kabupaten Aceh Utara.(c37)