Sabtu, 13 Juni 2026

Culik Pekerja Asing

Penculik belum Hubungi Medco

Meski Malcom Campbel Primrose (62), pekerja subkontraktor asing PT Medco E&P Malaka sudah dua hari hilang diduga karena diculik

Tayang:
Editor: bakri
* Kasusnya Diduga Bermotif Ekonomi

LANGSA - Meski Malcom Campbel Primrose (62), pekerja subkontraktor asing PT Medco E&P Malaka sudah dua hari hilang diduga karena diculik kawanan bersenjata api di Desa Lubok Pempeng, Peureulak, Aceh Timur, tapi sampai tadi malam pihak Medco belum dihubungi oleh kelompok penculik, misalnya untuk meminta uang tebusan atau kompensasi lainnya.

“Kami prihatin atas kejadian ini dan sampai saat ini tidak ada kontak dengan pelaku maupun korban,” kata Manager of Relations PT Medco E&P Indonesia, Arfiandy Djafaar yang dihubungi Serambi tadi malam.

Arfiandy menyatakan, PT Medco telah bertindak cepat dengan melaporkan kejadian ini ke aparat keamanan, pemerintah daerah, regulator SKK Migas, dan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

“Semua pihak berupaya keras sejak kejadian, siang hingga malam, untuk mengetahui keberadaan Malcom. Perusahaan dengan dukungan aparat, baik pusat maupun daerah, terus melakukan upaya-upaya agar pekerja tersebut kembali dengan selamat,” ujarnya.

Istri Malcom, Nursiah juga sangat berharap suaminya segera kembali dalam keadaan selamat. Wanita itu kemarin sudah tiba dari Medan dan kini berada di Basecamp Ranto Peureulak menunggu suaminya.

Pihak Medco, kata Arfiandy, yakin penculikan pekerja asal Skotlandia, Inggris, itu tidak berdimensi politis, melainkan lebih kepada dorongan kebutuhan finansial pihak pelaku. “Informasinya masih simpang siur, tapi dugaan kami ini lebih kepada isu finansial, tidak politis, seperti yang dikemukakan Wagub Aceh,” kata Arfiandy menjawab Serambi.

Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh, Muzakir Manaf mengatakan, penculikan itu tidak menjurus ke politik, tapi bermotif ekonomi yang mungkin didorong oleh kecemburuan sosial terhadap proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan itu. (Baca: Semoga Ini Penculikan Terakhir)

Apa pun yang melatarbelakanginya, kata Arfiandy, perusahaan menyatakan keprihatinan yang mendalam kepada keluarga Malcom dan Medco akan melakukan upaya semaksimal mungkin agar Malcom kembali secepatnya kepada keluarganya.

“Kami juga berharap agar situasi keamanan di Aceh Timur dan khususnya di wilayah kerja operasional kembali kondusif. Semua pihak berharap keadaan kembali normal agar iklim investasi dapat terus berlangsung,” demikian Arfiandy sembari menyebutkan Medco mengalami insiden keamanan yang memprihatinkan di lokasi operasional wilayah kerja Blok A, Kecamatan Peureulak.

Sementara itu, polisi jajaran Aceh Timur hingga tadi malam masih menyisir kawasan Kecamatan Ranto Peureulak, setelah penculikan Malcom, 62 tahun, bukan 60 seperti diberitakan kemarin.

Amatan Serambi kemarin, sekitar 100 personel yang terdiri atas TNI, Brimob, polisi, berkumpul di Mapolsek Ranto Peureulak. Berbagai jenis kendaraan seperti barakuda maupun truk reo diparkir di sana. Semua personel dan armada tersebut dikerahkan untuk melacak jejak pelaku yang menyembunyikan Malcom.

“Kami masih menyisir Kecamatan Peureulak, Ranto Peureulak, dan sekitarnya, karena kami duga para penculik masih berada dalam wilayah Aceh Timur,” ungkap Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir. Menurutnya, pelaku penculikan tersebut diperkirakan enam orang, bersenjata api, dan memakai penutup wajah (sebo) saat beraksi. Namun, sejauh ini pihaknya mengaku belum menemukan titik terang tentang pelaku, lagi pula mereka belum menghubungi pihak Medco maupun istri Malcom yang ternyata orang Aceh.

“Karena belum ada kontak kita belum tahu apakah mereka meminta tebusan atau bagaimana. Sedangkan siapa atau kelompok mana yang bermain juga belum jelas. Jadi, masih bisa dikatakan orang tak dikenal (OTK),” tambahnya.

Untuk pengusutan, pihaknya sudah memeriksa sepuluh orang, termasuk sopir yang membawa Malcom saat dihadang dan diambil paksa oleh para penculik. “Namun belum ditemukan adanya tanda-tanda atau mengarah ke mana,” pungkas AKBP Muhajir.

Seperti diketahui, Medco sedang melakukan tahapan eksploitasi dan pengembangan untuk blok A di kawasan Aceh Timur. Cadangan yang dimiliki Medco di blok ini sekitar 121,7 BCF gas dan 1,3 MMBO minyak. Potensi yang dimiliki Medco di Aceh jauh lebih besar dibanding dengan blok 316-318 di Teluk Meksiko, Amerika Serikat. Rencananya Medco mengembangkan fasilitas produksi di Blok A dalam dua tahap. Pengembangan tahap awal fasilitas blok tersebut ditargetkan selesai Februari 2014. (yuh/na)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved