Culik Pekerja Asing
Polisi Kantongi Identitas Penculik
Pengejaran diintensifkan karena polisi sudah mengantongi identitas para penculik
* Malcom dan Istri ke Luar Aceh
IDI - Meski sudah dibebaskan penculiknya, Kamis (13/6) pagi, tapi
Polres Aceh Timur bekerja sama dengan Polres Langsa dan Mabes Polri, masih terus memburu penculik Malcom Campbel Primrose (62), warga Inggris yang merupakan companyman drilling PT Medco E&P Malaka. Korem 011 Lilawangsa bahkan mengerahkan satuan setingkat peleton (SST) yang terdiri atas 20-40 anggota TNI, untuk membantu polisi mengejar penculik Malcom.
Pengejaran diintensifkan karena polisi sudah mengantongi identitas para penculik. “Mereka kita perkirakan enam orang. Kini semua masih berada di Aceh Timur. Identitasnya sudah kita kantongi. Insya Allah petugas kita dalam waktu dekat akan menangkap kawanan itu,” kata Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir SIK, menjawab Serambi via telepon selularnya, Jumat (14/6).
Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Muhayat Efendi yang dihubungi terpisah menceritakan bahwa begitu Malcom ditemukan setelah dilepas penculiknya di kawasan perkebunan sawit Rantau Seulamat, Aceh Timur, Kamis (13/6) pukul 05.00 WIB, suami Nora, wanita asal Aceh itu, langsung dikawal polisi Aceh Timur.
“Saat berada di Mapolsek Ranto Peureulak, atas permintaan Malcom, istri, maupun keluarganya, Malcom segera dibawa ke Langsa di bawah pengawalan polisi. Saat di Langsa, setelah mandi, Malcom kembali kita periksa dan mintai keterangan,” tambah Kasat Reskrim.
Menurutnya, seusai dimintai keterangan, Malcom beserta istri dan keluarga dari pihak istrinya langsung meninggalkan Kota Langsa. Mereka sudah ke luar dari Aceh, tapi ke kota mana perginya polisi tak lagi mengetahuinya.
Kerahkan satu SST
Sementara itu dari Lhokseumawe dilaporkan, Korem 011 Lilawangsa mengerahkan satu SST yang terdiri atas 20-40 anggota TNI untuk membantu polisi Aceh Timur mengejar para penculik Malcom.
“Satu SST masih kita perbantukan ke aparat kepolisian setempat untuk mengejar pelaku penculikan,” ujar Kasrem 011 Lilawangsa, Letkol Kav Rusdi SIP, kepada Serambi kemarin.
Menurutnya, penculikan di Aceh Timur itu hanyalah kriminal murni. Namun begitu, insiden tersebut memberi peluang terbangunnya imej pada orang luar bahwa Aceh tidak kondusif. “Padahal, kita semua tahu kalau kondisi Aceh saat ini sudah aman,” tegasnya.(bah/na)