Rabu, 10 Juni 2026

Badai Landa Aceh

Puting Beliung Rusak 13 Rumah

Puting beliung pada Minggu (16/6) pagi hingga sore ternyata tidak hanya melanda Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten

Tayang:
Editor: bakri
* Termasuk 7 Rumah Bantuan di Ate Bale

BLANGKEJEREN - Puting beliung pada Minggu (16/6) pagi hingga sore ternyata tidak hanya melanda Kuala Baru, Kabupaten Aceh Singkil dan Kabupaten Simeulue, tapi juga Aceh Besar, Gayo Lues (Galus), Aceh Barat Daya (Abdya), dan Aceh Tengah.

Dalam “prahara” terbaru ini sedikitnya 13 rumah warga porak-poranda dihantam puting beliung, masing-masing tujuh unit di Dusun Trans Atu Bale, Kecamatan Terangun, Galus, tiga unit di Kute Panang, Aceh Tengah, dan dua unit di Susoh, Blangpidie, Abdya.

Tujuh rumah yang rusak di Blangkejeren pada Minggu pukul 18.00 WIB itu merupakan rumah transmigran bantuan pemerintah. Sebagian besar seng dan rangka bajanya terbang sejauh 25 meter lebih. Untung tak ada korban jiwa.

Muspika dari Terangun langsung meninjau ke lokasi. “Muspika telah memerintahkan petugas PLN agar sementara waktu mematikan jaringan listrik ke rumah yang rusak tersebut,” ujar Danramil Terangun, Lettu Inf Darno, kepada Serambi, Senin (17/6).

Ia juga menyebutkan nama-nama pemilik yang rumahnya rusak berat akibat diterpa puting beliung. Yakni, Junaidi Iskandar (35), warga Nyak Panangan Dusun Atu Bale, Makmur (30), Arsal (35), dan Kasim Aman Najar (35), ketiganya warga Nyak Kala Dusun Atu Bale.

Sedangkan rumah yang rusak ringan (atap sengnya terbang) masing-masing milik Suardam (40), Kadir (45), dan Kasim Aman Fira (35), semuanya warga Nyak Kala Dusun Atu Bale.

Dari Takengon, ibu kota Aceh Tengah dilaporkan, puting beliung merusak tiga rumah di Kecamatan Kute Panang, Minggu pukul 20.45 WIB. Atap Kantor Polsek Kute Panang juga rusak akibat ditimpa pohon yang tumbang ditiup angin. Dampak ikutannya, sejumlah tiang listrik tumbang, sehingga listrik di Kecamatan Kute Panang, padam.

“Sempat dilakukan pemadaman listrik di beberapa kampung dalam Kecamatan Kute Panang, tadi malam. Tapi sekarang sudah dibenahi kembali oleh petugas PLN,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Subhan Sahara SSos. Menurutnya, puting beliung di sejumlah desa itu rata-rata mengakibatkan rusaknya atap rumah warga.

Sementara itu, tujuh rumah di Desa Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, Senin (17/6) sekira pukul 17.00 WIB diterpa angin kencang. Empat rumah rusak ringan, tiga lainnya rusak parah. Atap sengnya terhempas ke tanah. Rumah yang rusak itu, antara lain, milik Mulidi, Muhtarom, Dulyati, Banta, Irkam, Zainuddin S, dan Ponimin.

Menurut anggota DPRK Aceh Tengah, Bardan Sahidi yang kebetulan berada di lokasi kejadian, selain tujuh rumah, lapak pasar di Desa Jeget Ayu--tempat berjualan puluhan pedagang--juga rusak.

Di Desa Jagong, Kecamatan Jagong Jeget, beberapa atap seng sekolah MTsN Jagong dan MIN Jagong juga rusak ringan. Menurut Bardan, sebagian rumah yang rusak ringan itu segera diperbaiki warga setempat. Sementara MTsN dan MIN serta tiga rumah lainnya yang rusak parah belum diperbaiki.

Di Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, rumah bantuan BRR yang ditempati Sofyan (32) juga rusak diterjang puting beliung, Minggu (16/6) malam. Seluruh atap rumah beterbangan dan tiang pengikat (tombak layar) rumah itu patah.

Saat puting beliung melanda pukul 19.20 WIB, Sofyan bersama Murni (26), sang istri dan anaknya, Riski Syaputra (2) berada di luar rumah.  Keluarga itu baru sadar bagian atap telah hilang saat tiba di rumah dan terlihat seluruh barang sudah basah oleh hujan deras.

Keuchik Lam Manyang, Afrizal mengatakan, pascakejadian, Sofyan sekeluarga menginap di rumah sayanya. “Seluruh barangnya dibantu angkat oleh warga dan selanjutnya dibawa ke rumah saya,” kata Afrizal, kepada Serambi kemarin.

Ia juga sudah menyurati Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar dengan harapan ada bantuan untuk korban.

Puting beliung yang disertai hujan deras juga merusak dua rumah di Desa Persiapan Geulima Jaya, Kecamatan Susoh, Abdya, Minggu pukul 15.30 WIB. Yakni rumah Abbas (34), sopir ambulans dan rumah M Yatim (45). Akibatnya, kedua keluarga itu yang terdiri atas sebelas jiwa terpaksa mengungsi ke rumah familinya, karena sebagian besar atap rumah mereka copot.

Suhardi, saksi mata, mengatakan, saat peristiwa itu terjadi para penghuni rumah berhamburan ke luar, karena panik. Bahkan, Agra, bocah 2,5 tahun, anak M Yatim yang sedang tidur di kamar menangis karena tubuhnya basah disiram hujan yang membasahi kamar tidurnya.

Kepala BPBD Abdya, Jusbar, atas nama Pemkab Abdya, Jusbar didampingi Asisten Administrasi Umum Indra Sukma SH dan Kadis Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Abdya Jasman SPd menyerahkan bantuan peralatan dapur dan sembako kepada korban puting beliung tersebut. Bantuan diterima Abbas (34) dan M Yasin (53).

Dilaporkan, suplai arus listrik dari PLTU milik PT PLN di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya ke gardu induk (GI) berkapasitas 20 KV, hingga Senin kemarin masih terganggu, akibat empat tiang listrik di wilayah itu tumbang dihantam badai berkecepatan 60 km/jam pada Minggu sore.

“Kami masih terus berupaya memperbaiki kerusakan jaringan listrik dari PLTU Nagan Raya ke gardu induk di Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, sehingga arus listrik kepada pelanggan bisa secepatnya normal,” kata Abdullah, Manajer PT PLN Persero Cabang Meulaboh.

Sementara itu, kerusakan jaringan listrik yang terjadi di Kecamatan Teunom dan Lamno, Aceh Jaya, akibat dihantam badai, hingga Senin kemarin sudah berhasil diatasi. “Jaringan listrik yang rusak di Aceh Jaya ini tidak begitu parah dibandingkan yang terjadi di perbatasan Aceh Barat dan Nagan Raya. Semuanya sudah berhasil kita tangani,” ujar Abdullah. (gun/mir/nun/edi/az/c35/c40)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved