Jumat, 12 Juni 2026

Berawal dari Hukuman, Akhirnya Ketagihan Menulis

SEMBILAN tahun lalu, Nabila hanyalah seorang gadis kecil yang menjalani rutinitas belajar di sekolah dan bermain

Tayang:
Editor: bakri

* Nabila, Siswi Penulis 7 Novel

SEMBILAN tahun lalu, Nabila hanyalah seorang gadis kecil yang menjalani rutinitas belajar di sekolah dan bermain seperti kebanyakan anak-anak seusianya. Suatu ketika perilakunya yang usil membuat adiknya menangis. Mengetahui itu, Ali Abubakar, sang Ayah menghukumnya. Ia meminta Nabila menuliskan apa saja kejadian yang dialaminya dari pagi sampai sore.

Bukan hanya sekali, hukuman itu terus berlanjut karena Nabila yang “usil” sering membuat adiknya menangis di rumah. Hari-hari terus berlalu. Setiap kali Nabila membuat adiknya menangis, pasti ayahnya memberi hukuman serupa. Sampai akhirnya tanpa sadar Nabila mulai menikmati hukuman itu sebagai suatu yang bermakna dalam kesehariannya.

“Sejak saat itu Nabila sudah terbiasa menulis. Ingat pertama menulis tentang adek yang sedang belajar berjalan dipapah sama Ama (ayah -red),” kata Nabila yang ditemui Serambi di rumahnya di Kompleks Perumahan Mahkamah Syariah Nomor 48, Meunasah Manyang, Aceh Besar, Minggu (4/8).

Hukuman yang diberikan sang Ayah akhirnya menjadikan Nabila makin mencintai dunia menulis. Siapa nyana kini gadis yang beranjak remaja ini telah menghasilkan tujuh karya novel dan telah beredar di pasaran (satu di antaranya gagal terbit). Selain tujuh novel tersebut, kini Nabila tengah menggarap dua novel lainnya. Bahkan satu di antaranya sudah berada di tangan penerbit, tinggal menunggu naik cetak.

Nabila merupakan satu dari novelis Aceh yang memiliki talenta menulis sejak kecil.

Bernama lengkap Nabila Ulamy Alya’ atau biasa dipanggil Nabila, Amy atau Alya’. Namun, Nabila lebih suka memakai nama Amy dalam setiap karya novelnya.

“Amy itu nama pena, tapi ada juga di beberapa novel tertulis Nabila Ulamy Alya’. Sempat protes juga waktu itu, akhirnya pada cetakan berikutnya ditulis balik namanya jadi Amy,” katanya tersipu.

Nabila lahir pada 10 November 1999 di Takengon, Aceh Tengah. Ayahnya, Ali Abubakar dosen di Fakultas Syariah IAIN Ar-Raniry dan ibunya Ihda Mulyani, pegawai negeri sipil. Ia merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Gadis berkulit kuning langsat ini sekarang tercatat sebagai siswi MTs kelas tiga di Pondok Pesantren Modern Tgk Chik Oemar Diyan Indrapuri, Aceh Besar. Ia juga tercatat sebagai anggota termuda Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh sejak 2010.  Bakatnya menulis dari kecil telah membawa Nabila menjadi seorang novelis. Novel pertamnya berjudul The Happy Party diterbitkan Dar! Mizan, Juni 2011, disusul Tawa Annisa, November 2011 dengan penerbit yang sama. Kedua novel ini merupakan paling digemari pembaca sehingga mengalami dua kali cetakan. Selanjutnya; I Can Fly, Januari 2012 (Dar! Mizan); Lost in The Mirror, Mei 2012 (Noura Books), Kupu-Kupu Misterius, Oktober 2012 (Dar! Mizan); dan Sorry My Friend, Mei 2013 (Noura Books). Enam novel tersebut bergenre fiksi kategori anak-anak (Kecil-kecil Punya Karya/Penulis Cilik Punya Karya).

“Waktu pertama terbit, Nabila kasih lihat ke teman-teman. Ternyata responsnya bagus. Mereka minta Nabila tulis novel lainnya. Guru-guru pun kaget waktu itu,” ujar Nabila yang bercita-cita jadi wartawan.

Dalam penulisannya, keenam novel tersebut sarat ide kreatif dan juga menyentuh sisi-sisi keacehan. Ide kreatif ini jelas tergambarkan dari beberapa novel seperti The Happy Party yang menceritakan tentang seorang anak yang tiba-tiba pintar memasak karena bantuan dari sebuah mesin yang jatuh dari langit. Namun, di akhir petualangannya mesin itu diambil kembali oleh pemiliknya yang merupakan makhluk asing dari luar angkasa.

Lain lagi dengan Tawa Annisa yang menceritakan tentang dua kakak beradik yang terpisah setelah bencana tsunami menerjang Aceh pada 26 Desember 2004. Keduanya akhirnya bertemu kembali setelah melalui berbagai kisah panjang.

“Saat menulis novel Tawa Annisa ini, Nabila dibawa ayah keliling ke beberapa tempat, seperti ke kapal PLTD Apung, kuburan massal, dan beberapa tempat lainnya,” kata Nabila.

Saat ini Nabila tengah menggarap dua novel lagi. Satu di antaranya berjudul My Days at Loving Day (Hari-Hariku di Dayah Tercinta). “Day” yang dimaksud dalam judul novel itu adalah kata lain dari “Dayah” yakni Pondok Pesantren Tgk Chik Oemar Diyan, tempat Nabila mondok saat ini.

“Kenapa ‘Day’, biar kedengarannya agak menarik dan misteri,” kata Nabila membuka rahasia di balik penjudulan novel kedelapnnya itu.

Halaman 1/2
Tags
Novel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved