Sabtu, 13 Juni 2026

Berawal dari Hukuman, Akhirnya Ketagihan Menulis

SEMBILAN tahun lalu, Nabila hanyalah seorang gadis kecil yang menjalani rutinitas belajar di sekolah dan bermain

Tayang:
Editor: bakri

Menurut Nabila, novel ini bercerita tentang kehidupan sehari-hari di Pondok Pesantren Tgk Chik Oemar Diyan.

“Dalam novel ini juga ada cerita tentang bagaimana sifat dan karakter teman-teman di dayah. Tapi kalau ada yang jelek-jelek biar Nabila saja yang menjadi perannya atau namanya disamarkan,” ujarnya.

Novel My Days at Loving Day ini telah berada di tangan penerbit dan tinggal menunggu finishing saja untuk naik cetak. Dari tujuh novel karya Nabila, My Days at Loving Day merupakan novel pertama Nabila untuk kategori remaja (Pink Berry Club/PBC).

Bakat Nabila menulis novel muncul dari beberapa orang sekitar. Selain ayahnya, Ali Abubakar, ada sosok lain yang ternyata memberi motivasi besar kepada Nabila. Ia adalah Prof Alyasa’ Abubakar, mantan kepala Dinas Syariat Islam Aceh yang merupakan abang sepupu ayahnya. Suatu ketika Alyasa’ menghadiahkan sebuah novel kepada Nabila berjudul ‘2 of Me’, bercerita tentang anak kembar dari keluarga kaya yang berbeda sifat. Novel itulah yang kemudian menginspirasi Nabila mengubah pandangannya dari menulis diary menjadi penulis novel.

“Ama Kul (panggilannya untuk Alyasa’ Abubakar -red) bilang, kalau penulis novel ini juga anak-anak, tapi dia bisa. Lalu kenapa Nabila tidak bisa? Nabila pasti juga bisa,” tantang Alyasa’ suatu ketika setelah menghadiahkan novel itu kepada Nabila. Sejak saat itu Nabila mulai coba menulis dan ternyata di luar dugaan ia mampu membuktikan. Bukan hanya satu, kini ia mampu menulis delapan novel.

Ali Abubakar, sang Ayah, dan ibunya Ihda Mulyani adalah sosok lain yang punya peran penting dalam hidup Nabila menjadi seorang novelis di usianya yang masih belia.

“Kalau bisa cepat selesai menulis, ayah sering kasih hadiah dibelikan novel untuk Nabila. Kalau ada kalimat-kalimat yang salah ayah juga sering memberi arahan,” ujarnya.

“Mamak juga suka membaca novel. Waktu hamil adik terakhir, ngidamnya minta dibelikan novel, bukan makanan,” tutur Nabila yang mengagumi novelis ternama Tere Liye, sama seperti ibunya.

Bakat Nabila menghasilkan karya novel membuatnya mendapat royalty dari penerbit. Uang dari royalty itu kini ia tabung untuk masa depannya. Sampai suatu waktu kelak, ia masih menyimpan satu mimpi menjadi seorang penulis dan novelis terkenal.

“Mau seperti Andrea Hirata juga. Suatu waktu nanti novel Nabila bisa dibuatkan film,” pungkasnya. (ansari hasyim)

Halaman 2/2
Tags
Novel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved