Opini
Mengisi Wali Nanggroe
DISKURSUS menyangkut Wali Nangggroe sesungguhnya belum selesai. Hal semacam ini menandakan harapan lebih dari
Dan, akhirnya, kita tentu harus berhenti memperdebatkan personalitas Wali Nanggroe. Karena kalau itu terus diperdebatkan, banyak energi yang akan terkuras. Sudah saatnya, semua elemen bangsa, untuk berpikir supaya kelembagaan Wali Nanggroe benar-benar dapat membawa faedah bagi kemakmuran Aceh. Bukan lagi sibuk memperdebatkan soal-soal simbolik.
Simbolisme kadang kalanya mengalahkan makna hakiki sesuatu yang di cita-citakan. Makanya gerakan bermotif simbolik biasanya tidak memiliki nilai berkelanjutan bagi setiap gagasan dalam pembangunan.
Untuk itu, semua elemen rakyat Aceh harus memberi kontribusi dalam mengisi pembangun Aceh saat ini. Aceh ke depan harus bisa berdiri sendiri secara mandiri. Aceh harus bisa berlari cepat dalam meninggalkan beragam ketertinggalan. Salah satu alatnya tentu melalui Wali Nanggroe. Wassalam.
* Dr. Apridar, SE, M.Si, Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe-Aceh Utara. Email: apridarunimal@yahoo.com